Jembatan Lombok- Sumbawa, Perjalanan Hanya 15 Menit

F pelabuhan

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA PELABUHAN: Salah satu kapal tengah nyandar di Pelabuhan Pototano, Sabtu kemarin.

MATARAM – Kepastian pembangunan Jembatan Lombok – Sumbawa akan diputuskan akhir tahun 2021. Itu pun Pemprov NTB akan melihat hasil kajian Pra Feasiblity Study/ FS (studi kelayakan) yang saat ini masih dilakukan oleh PT Nabil Persada.

“Sedang dilakukan pra FS. Kita tunggu dulu hasil Pra FS-nya,” beber Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang NTB, Ridwansyah saat mendampingi gubernur di Sumbawa, Sabtu pekan lalu.

Pemerintah Provinsi NTB bersama dengan PT Nabil Surya Persada menandatangani kerja sama studi kelayakan (feasibility study) rencana pembangunan jembatan penghubung dua pulau dengan panjang 16,5 KM tersebut.
“Kita hormat MoU dengan PT Nabil Persada,” kata Ridwansyah.

Pemprov memberikan kesempatan hingga akhir Desember ini. Jika Pra FS sudah dilakukan maka Pemprov nantinya akan mempelajari hasilnya. “Kalau sudah ada hasilnya baru kita putuskan,” tegasnya.

Ridwansyah menjelaskan, jika semuanya sudah selesai baru Pemprov akan mencari investor. Sebab, Pemprov sangat mustahil bisa membangunnya. Bisa dibayangkan untuk biaya pembangunanhya akan menelan anggaran Rp 17 triliunan.
Ridwansyah memastikan, dalam pelaksanaan Pra FS-nya tidak ada sepeserpun uang APBD yang terpakai. Namun Ridwansyah menjawab pertanyaan masyarakat dimana nilai keuntungan yang bisa didapatkan oleh PT tersebut.
“Modelnya dia yang biaya survei. Model keuntungannya nanti akan dikasih nilai lebih dari gambar konstruksi yang didesainnya meskipun nanti proyek itu akan dilelang,” katanya.

Pembangunan jembatan tersebut dinilai sangat strategis untuk memperlancar roda perekonomian. Sebab, jalur itu bisa menjadi jalur distribusi logistik nasional, dan PT AMNT akan mengembangkan industri pengolahan konsentrat atau smelter.

Tidak hanya bagi warga KSB tetapi juga masyarakat secara luas, serta para pelaku industri kedua wilayah. Sebab wilayah Lombok juga akan mendapatkan manfaat. Sebab jarak tempuh penyeberangan bisa dipangkas, dari 1,5 jam menggunakan kapal menjadi 15 menit.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

HBK Dirikan Lombok Football Club

Read Next

Pilgub 2024, Bang Zul: Zul-Rohmi Jilid II Belum Pasti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *