Jaksa Bidik Bujak dan Peresak

f kejaksaan

JAYADI/RADAR MANDALIKA Catur Hidayat Putra

PRAYA – Kejaksaan Negeri Lombok Tengah (Loteng) sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi anggaran dana desa di dua desa yang di wilayah Loteng. Adapun dua desa tersebut di antaranya, Desa Presak dan Desa Bujak Kecamatan Batukliang.

“Sekarang kejaksaan sedang meneliti dua dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang nilainya ratusan juta rupiah,”beber Kasi Intel Kejari Loteng, Catur Hidayat Putra, kemarin.

Ia menegaskan, dalam proses penyelidikan pada kasus dua desa ini, pihaknya sudah memanggil beberapa saksi-saksi. Baik dari perangkat desa, masyarakat, pelapor hingg dengan kades terkait.  Bahkan, lanjutnya pihaknya juga sudah menerima LHP dua desa ini dari Inspektorat.

“Dari LHP itu ada temuan. Untuk Desa Bujak temuanya di bawah Rp 100 juta. Sedangkan untuk Desa Presak mencapai Rp 200 juta lebih,”ucapnya.

Namun demikian, pihaknya belum membeberkan kapan rencana untuk penetapan tersangka pada kasus itu. Karena memang kasus ini sedang tahap penyelidikan. Kemudian, pihaknya juga masih membutuhkan alat bukti lagi.

“Prosesnya masih panjang. Sekarang kami masih melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan banyak laporan desa yang masuk ke Kejaksaan ini, pihaknya mengimbau seluruh aparatur desa untuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Seluruh anggaran yang dikucurkan ke desa itu, kata dia, harus tertib administrasi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku, jika melanggar aturan maka akan terjerat hukum.

“Dana desa ini bukan sepele, artinya ada aturan yang harus diterapkan, mereka harus berhati-hati ini bukan uang pribadi,”katanya.

Sementara itu, Kepala DPMD Loteng, Jalaludin sebelumnya menyatakan, untuk persoalan yang sedang ditangani Kejaksaan itu, pihaknya juga sudah dipanggil untuk dimintai keteranganya. 

 “Ya saya sudah diundang Jaksa untuk dimintai keteranganya terkait hal itu,” tuturnya.(jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ketua RT di Mataram Dapat Insentif 250 Ribu Per Bulan

Read Next

BS Diduga Perkosa Mawar di Kos-kosan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *