Inalillah, Guru Honorer yang Tidak Ada Biaya Berobat Meninggal

  • Bagikan
F keluarga
IST/RADAR MANDALIKA RAMAI: Para keluarga saat mendatangi rumah duka almarhumah Arintika Nurhayani, kemarin

PRAYA – Guru honorer asal Dusun Lendang Bao, Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Arintika Nurhayani akhirnya tutup usia, Kamis kemarin.

Sebelumnya, Arintika mengalami sakit parah dan dirawat di RSUD Praya selama lima hari.

Perwakilan keluarga, Jinem menerangkan, pihak keluarga sudah melakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban, dengan membawa ke rumah sakit. Namun sudah menjadi kehendak sang maha kuasa, almarhumah meninggla di usia 26 tahun.

“Kami segenap keluarga turut berduka cita sedalam- dalamnya, semoga amal perbuatan beliau diterima di sisiNya, dan kelaurga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,” ungkapnya pada Radar Mandalika, kemarin.

Ia menjelaskan, sebelumnya mulai 31 Oktober lalu, dia dan rekan- rekannya membentuk tim relawan untuk membantu pengobatan Arintika sebab dalam kondisi kritis tidak bisa berobat karena tidak ada biaya.

Sampai dengan 3 November, tim sebutnya telah menerima donasi dari para relawan dan donatur yang berhajat untuk membantu alhamrumah dengan total sebesar Rp. 8.725.000. Dimana donasi tersebut pihaknya terima dari lembaga dan juga perorangan, seperti pemerintah desa dan perangkat Desa Batu Jangkih sejumlah Rp. 2.705.000, Semeton Cosma Malaysia sejumlah Rp. 1.100.000, Ust Mardan Jakarta berserta murid sejumlah Rp. 900.000, MA Darul Falah sejumlah Rp. 110.000, dan donasi perorangan dengan jumlah Rp. 3.460.000.

“ Kami sudah serahkan untuk pengobatan sebesar Rp. 7.400.00, dan sisanya Rp. 1.325.000 akan diberikan nanti saat tahlilan,” jelasnya.

Dia atas nama keluarga mengucapkan banyak terimakasih kepada para donatur yang telah meringankan beban keluarga. semoga apa yang menjadi niat para donatur dihitung sebagai amal ibadah yang memperoleh balasan tuhan yang maha kuasa.

“Terimakasih yang setinggi- tingginya kepada para donatur yang telag membantu pengobatan almarhumah ibu guru Arintika, walaupun tidak berhasil tapi paling tidak kita pernah berusaha menyelamatkan nyawa seorang manusia, semoga mendapatkan imbalan setimpal dari Allah SWT,” tutupnya. (ndi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *