Imbauan Camat Pujut, Kades Lingkar Sirkuit Tidak Setuju

  • Bagikan
F sirkuit
DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA LINTASAN SIRKUIT: Terlihat pekerja sedang berada di aspal sekitar lintasan sirkuit MotoGP, belum lama ini.

PRAYA – Imbauan yang dikeluarkan Senin kemarin oleh Camat Pujut, L Sungkul membuat sejumlah pihak tersinggung.
Dalam isi imbauan ini, ada tiga poin imbauan dari pemerintah kecamatan. Di antaranya, poin pertama tidak melintasi jalur sirkuit dengan menggunakan kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua maupun roda empat dan juga sepeda dayung.
Poin kedua, bagi pejalan kaki yang membawa makan-makanan riangan dan berjalan sambil merokok supaya tidak membuang ampas/kulit makanan dan putung rokok di areal sirkuit. Poin ketiga, untuk sementara diminta supaya tidak mengajak keluarga dan sanak family lainnya jalan-jalan atau menggunakan jalur sirkuit untuk berekreasi.

Dari tiga poin imbauan Camat Pujut ini, sejumlah kepala desa (Kades) di sekitar sirkuit MotoGP Mandalika mengaku tidak setuju dengan imbauan yang dikeluarkan Camat Pujut, L Sungkul, Senin kemarin. Para Kades menyebutkan, imbauan ini secara tidak langsung mulai melarang masyarakat untuk melihat seperti apa sirkuit itu.
“Saya tidak setuju dengan imbauan pak camat. Memang surat saya belum terima tapi sepertinya di kantor sudah diterima,” ungkap Kades Kuta, L Mirate kepada Radar Mandalika, kemarin.
Dalam imbauan itu, Mirate mengaku hanya setuju pada poin soal sampah atau membuang puntung rokok di lintasan sirkuit.”Memang kalau sampah kami setuju, tidak boleh buang sembarangan sampah apapun bentuknya,” tegasnya.
Dari imbauan Camat Pujut ini, Kades Kuta melihat terlalu cepat membatasi ruang gerak masyarakat. Apalagi ini event belum mulai diselenggarakan.”Masak jalan-jalan juga tidak boleh. Kan masyarakat sekitar khususnya mau melihat seperti apa sih sirkuit itu. Bagaimana kalau masyarakat kita nanti ditanya orang luar, seperti apa sirkuit. Mereka bisa jawab apa? cerita apa?” katanya.
Tetapi kata Kades Kuta, kecuali ada oknum masyarakat yang datang ke sana melakukan pengerusakan dan yang sifatnya merugikan, itu wajar tidak boleh. Pihaknya juga mendukung ditindak.
“Kan ini sementara resmi digunakan, masak tidak boleh mereka lihat. Kalau sudah resmi akan digunakan itu wajar,” tegasnya lagi.

Sementara, Kades Rembitan L Minaksa secara pribadi dirinya mengaku tidak setuju atas keluarnya imbauan dari kecamatan. Harusnya dalam surat imbauan bahkan larangan ini, dikeluarkan oleh pihak pengelola, misal ITDC, pengelola sirkuit atau perusahaan yang mengerjakan proyek.
“Imbauan pak camat itu kurang tepat,” sentilnya.
Namun jika bicara atas nama pemerintah Desa Rembitan, Minaksa kurang setuju. Namun ada beberapa poin dalam imbauan yang dirinya dukung juga.
“Masyarakat pasti akan berpikir, ini belum mulai digunakan saja sudah dilarang ke sana. Apalagi sudah berlangsung eventnya,” tegasnya, tadi malam.
Pada momen jelang menjadi tuan rumah pada event balapan motor dunia ini, justru pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat dan berfoto di lokasi. Termasuk melihat seperti apa sirkuit ini.
“Secara tidak langsung, imbauan pak camat masyarakat beranggapan yang mengimbau atau melarang ini pemerintah bukan ITDC atau pengelola sirkuit,” katanya.
“Kalau bisa dalam imbauan ini, isi imbauan lebih bijak lagi juga,” tega Minaksa.
Camat Pujut, L Sungkul yang dikonfirmasi membenarkan telah mengeluarkan imbauan. Menurutnya, imbauan ini keluar didasari adanya keluhan atau laporan dari pengelola sirkuit MotoGP.
“Ini dasar imbauan kami terbitkan tadi pagi (Senin kemarin, red),” katanya tegas via ponsel.
Sungkul menerangkan, dalam imbauan ini berlaku bagi semua pihak yang berkunjung ke lokasi sirkuit.”Baik instansi pemerintahan bahkan swasta,” katanya.
Camat mengaku, pihak mengeluarkan imbauan ini karena ada alasan teknis dari pihak pengelola. Sungkul menyebutkan, dalam imbauan yang pihaknya keluarkan ini bersifat umum, bahkan Bupati HL Pathul Bahri juga tidak mengetahuinya.”Kalau ITDC yang mengeluarkan, takutnya ada anggapan masyarakat yang kurang baik,” jawabnya.
Namun ditegaskannya lagi, untuk imbauan ini tidak ada hubungan bagi warga yang masih terkurung di tengah sirkuit dengan jumlah kepala keluarga (KK) sekitar 51 KK. Dari dua dusun, Dusun Ebunut dan Ujung Lauk Desa Kuta.
“Ini beda titiknya, di luar warga yang ada di tengah sirkuit itu. Ini khusus aspal lintasan sirkuit, kan di dalam banyak jalur,” katanya tegas.
Sungkul menyebutkan, sebelum imbauan ini dikeluarkan pemerintah kecamatan. Dia mengaku tidak pernah bertemu dengan pihak PT.ITDC. Masalahnya, ITDC hanya sebagai operator pengelola. Ini juga urusan wilayah Kecamatan Pujut.
“Ini juga sebelum pra musim dan akan digunakan oleh Dorna Sport iya mungkin November ini sudah boleh setelah dibuka world superbike. Kami mohon pengertian masyarakat ini sifat imbauan sementara juga,” ungkapnya.(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *