Harga Tiket Pesawat Meroket, Dampak Perang Ukraina-Rusia

  • Bagikan
F Sepi
DOK/RADAR MANDALIKA SEPI: Terlihat banyak kursi tidak terisi di ruang tunggu keberangkatan di Bandara Internasional Lombok/BIZAM, belum lama ini.

MATARAM – Harga tiket pesawat akhir-akhir ini meroket. Ancamannya bisa mematikan keberlangsungan dunia pariwisata yang perlahan bankit. Belum lagi ditambah belum normal pasca pandemi covid-19.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) NTB juga mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat ke wilayah itu.

“Harga tiket ini naiknya sudah gila-gilaan,” ungkap Ketua DPD ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka.

 

Dewantoro menilai naiknya harga tiket pesawat ini menghambat dan memukul kebangkitan pariwisata di wilayah itu setelah pandemi COVID-19.

 

“Kami mendesak Pemprov NTB turun tangan mengatasi,” pintanya.

 

Menurutnya, melambungnya harga tiket pesawat tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata setelah dihantam pandemi Covid-19.

 

“Harga tiket pesawat ke Lombok sudah naik gila-gilaan. Kenaikannya sudah enggak masuk akal,” ungkap dia.

 

Dia menyatakan, melambungnya harga tiket pesawat ke Lombok berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Wisatawan akan berpikir ulang berwisata ke Lombok dengan kenaikan harga tiket yang mencapai 100-150 persen.

Umbu memberikan contoh, saat ini harga tiket pesawat dari Bali ke Lombok di atas Rp 1 juta. Sebelumnya, harga tiket pesawat dalam kondisi normal rute Bali – Lombok sebesar Rp 400 ribu sekali jalan atau Rp 800 ribu untuk bolak-balik. Namun sekarang harga tiket pesawat Bali – Lombok di atas Rp 1 jutaan.

 

Begitu juga untuk rute Jakarta – Lombok. Harga tiket pesawat saat ini rata-rata Rp1,3 – Rp 1,4 juta sekali jalan. Padahal dalam kondisi normal harga tiket pesawat Jakarta – Lombok paling tinggi Rp 800 ribu.

 

“Harga tiket pesawat yang mahal ke Lombok itu jelas enggak mendukung kebangkitan sektor pariwisata,” yakinnya.

 

Umbu mengaku, sebelum pandemi Covid-19, wisatawan yang datang ke Pulau Bali pasti akan melanjutkan perjalanan ke Lombok. Namun akibat harga tiket pesawat Bali – Lombok yang melambung tinggi, maka wisatawan akan berpikir datang ke Lombok.

 

Umbu menegaskan, bahwa sektor pariwisata akan sulit bergerak jika harga tiket melambung tinggi. Percuma pemerintah banyak melakukan promosi jika menjualnya susah karena harga tiket yang tinggi.

“Percuma branding-branding saja tapi gak ada wisatawan yang datang,” sentilnya.

 

 

 

 

“Harapan kita tentu ini ada solusi secepatnya, karena kalau terus naiknya begini maka yang paling terdampak ini pariwisata,” sambung Wakil Ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi, kemarin.

 

Politisi Gerindra ini mengaku, dia memahami kondisi dunia penerbangan saat ini yang juga harus terdampak akibat tingginya harga bahan bakar pesawat, demikian juga avtur karena pengaruh perang Ukraina dan Rusia, sehingga harga energi dunia menjadi ikut melambung tinggi. Tingginya harga bahan bakar avtur tersebut, berimbas ke maskapai sehingga harus menaikkan harga tiket.

 

“Kita tahu harga avtur jadi salah satu penyebab,” katanya.

 

Namun demikian, menurutnya perlu ada intervensi dari Kementerian Perhubungan untuk mengatasi tinggi harga tiket pesawat. Salah satunya memberikan subsidi pada dunia penerbangan sehingga harganya bisa lebih murah.

“Subsidi ini penting,” yakin Mori.(jho)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *