Harga Tembakau Rusak, Petani Pusing

  • Bagikan
F tembakau
FOTO FENDI/ RADAR MANDALIKA JEMUR: Dua wanita tengah menjemur tembakau hasil panen, Senin kemarin.

PRAYA – Sebagian besar petani tembakau di Kabupaten Lombok Tengah saat ini pusing. Penyebabnya gara-gara harga jual tembakau yang rusak.

Kepala Dusun Dasan Tengak Ameng, Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut, Uriamin mengungkapkan, petani tembakau sekarang mengeluhkan harga jual tembakau yang turun di musim panen tahun ini. Dimana, harga beli tembakau di gudang sebagai pemasok tembakau masih di bawah harapan petani, sehingga banyak petani yang terpaksa membawa pulang tembakaunya karena harga jual yang rendah.
“Mereka sudah bawa ke gudang tapi malah dikembalikan karena harganya turun,” terangnya kepada Radar Mandalika, Senin kemarin.
Dia menjelaskan, tembakau memang dihargakan sesuai dengan gret yang ada, namun persoalan yang dihadapi petani adalah ongkos pekerja yang tetap kendati kondisi tembakau rusak. Jika mengacu pada kondisi gret yang diinginkan gudang seperti, kuning bintik coklat sebutnya akan sulit dipenuhi petani. Sebab, kondisi cuaca yang sering mendung membuat tembakau tidak bisa kering sempurna sehingga keringnya menjadi kehitaman.
“Harganya memang turun dari gudang, makaknya belum banyak warga yang menjual tembakaunya,” ungkapnya
Sebagai petani, dia berharap harga tembakau dapat kembali normal, sehingga para petani tidak mengalami kerugian terlebih banyak perajang tembakau di desa yang membeli tembakau dari petani. Jika harganya turun tentunya akan sangat menyulitkan pengusaha tembakau dan juga petani.
Sementara itu, Sekdes Bangket Parak Sahnan menjelaskan warganya banyak yang mengantungkan diri pada hasil pertanian termasuk tembakau. Dia mempersentasekan setidaknya 80 persen warganya sebagai petani dengan rata- ratanya kepemilikan lahan yang variatif yakni berkisar antara 30 sampai dengan 70 are.
“Sebagian besar sebagai petani, bisa dikatakan 80 persen lebih,” katanya singkat.
Ditambahkan Kades Teruwai, H. Muhammad Arta katanya para petani tembakau di desa sangat kesulitan untuk menwarkan tembakau mereka. Hal ini selain disebabkan oleh harga jual yang rendah juga karena minimnya pembeli yang hendak membeli tembakau warga.
Kades mengakui, kondisi tembakau warganya banyak mengalami kerusakan karena hujan yang tidak bisa diperediksi. Dia berharap peran serta pemerintah untuk membantu para petani dengan menstabilkan harga beli tembaku.
“Malah sekarang pembelinya juga kurang, apalagi tembakau rusak karena hujan, kasian petani tembakau,” keluhnya.(ndi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *