Gedung UIN Mataram Makin Mentereng

F UIN

TONI/RADARMANDALIKA.ID MEWAH: Sejumlah mahasiswi melintas di gedung baru UIN Mataram.

MATARAM-Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram semakin mentereng. Sembilan gedung kampus ini, dua bersumber pembangunan dari Islamic Development Bank (ISDB). Yakni, ada dari Jeddah dan bangunan fisiknya sudah jadi tinggal penyempurnaan.

Wakil Rektor II UIN Mataram Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr Faizah MA menjelaskan, sembilang pembangunan gedung yang dananya dari ISDB ini, yakni Auditorium UIN Mataram, tiga gedung perkuliahan, Treaning Center, perpusatakaan, Poliklinik Mahasiswa, dan ICT Center.

“Gedung UIN Mataram sumber dananya beda-beda,” beber Faizah.

Dia melanjutkan, gedung yang sempat mangkrak. Kini dikerjakan  oleh PUPR dan anggaran dari Kementrian Agama (Kemenag) RI. “Kita tidak terlibat,” sebutnya.

Bukan hanya itu, tahun ini saja sedang merehab Fakultas Tarbiyah yang diterjang gempa beberapa tahun lalu. Kemudian peralatan mulai dari kursi, white board dan meja dosen juga masih kurang. Hal ini akibat perpindahan meja dan kursi untuk perkuliahan pasca gempa setahun silam dan perkuliahan mahasiswa berada di Stikes Yarsi, Ponpes Darul Qur’an Bengel, SMP Muhammadiyah. Hingga terhitung kursi yang hilang dan rusak 780 buah. Hingga perlu adanya dropping kursi-kursi lama dari Fakultas Dakwah dan Fakultas Syariah.

Katanya, walaupun didropping masih ada kekurangan 160 buah. Untuk pengadaan sendiri harus sesuai dengan aturan.”Ini kan lembaga negara pengadaan prosesnya lama di atas Rp 200 juta  harus tender,” jelasnya.

Faizah juga menjelaskan, kampus 1 UIN Mataram akan ditempati oleh program pasca sarjana dan juga akan dipergunakan oleh pusat bahasa.  “Intinya kita benahi tidak tidak hanya kampus 2 kampus 1.  Kalau akan dibangun hotel, prosesnya panjang saya belum berani bicara begitu, nanti ada rapat pimpinan,” guraunya.

Sisi lain, mahasiswa yang masuk tahun ajaran baru  juga akan adanya kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Sebab UKT pada Perguruan Tinggi Keagaman Islam Negeri (PTKIN) rendah.

Menurutnya, percuma gedung-gedung yang ada di UIN Mataram mewah jika tidak ada pemeliharaan, dan pemeliharaan dan anggaran cukup besar.

“Mau gak mau ada kenaikan UKT semester depan,” katanya.

Wanita yang pernah menjabat Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram ini menjelaskan, UKT untuk mahasiswa baru pada tahun ajaran baru juga bervariasi dan menggunakan sistem great. Sistem grade pula berdasarkan aturan dan sudah ada indikatornya, mulai dari mahasiswa memasukkan data pekerjaan orang tua, harta benda yang dimiliki. Setelah diklik akan terkoneksi sendiri dan ditentukan greatnya berdasarkan data yang dimasukkan.

“Sering terjadi mahasiswa salah input data. Misalnya orang tuanya kerja serabutan diisi wiraswasta. Contoh lain ada mahasiswa yang sudah tidak punya rumah dan siapa-siapa. Kemudian tinggal sama orang yang berada, nah data tempat dia tinggal diisi, ya setelah keluar grade UKT  tinggi,” katanya mencontohkan.(ton)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sungai Obel-Obel Meluap, 81 Rumah Warga Terendam

Read Next

KPU Kembalikan Berkas Dua Paslon Jalur Independen

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *