Gebrakan Pemuda Gemilang Desa Kabul

F Bok 3

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA KOMPAK : Para pemuda/pemudi Gemilang Desa Kabul foto bersama di depan Warkop, Sabtu peka lalu.

Dari Sumbangan Gubernur, Pemuda Dirikan Warkop

Salah satu bidang yang dikembangkan Pemuda Gemilang Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah yaitu, bidang ekonomi dengan mendirikan warung kopi (warkop). Di tengah sulitnya ekonomi saat ini, mereka justru mengelola sebuah usaha dengan nama ‘Warkop Gemilang’ yang berlokai di wisata Puncak Desa Kabul.

JHONI SUTANGGA – LOMBOK TENGAH

EKONOMI yang sulit tidak menyurutkan semangat generasi milenial di desa itu untuk bisa bertahan. Kendati Covid-19 berdampak sampai kepelosok dusun, namun langkah kreatif justru ditunjukkan pemuda Gemilang yang ada di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya.
Mereka tengah mengelola usaha warung kopi (Warkop). Warkop masih menjadi jenis usaha yang sangat merakyat. Selain menjadi tempat tongkrongan, secara ekonomi tentu sangat dirasakan mereka.

“Warkop Gemilang ini bermula dari bantuan pak gubernur saat berkunjung ke dusun kami,” kata salah satu pengelola Warkop, Nirwana Aprianingsih.

Saat itu ceritanya, Pemuda Gemilang mengundang Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersilaturrahmi di desa. Gubernur lalu menanyakan apa yang bisa dibantu. “Teman-teman menjawab butuh modal untuk Warkop. Alhamdulillah kami langsung dikasih,” ceritanya.

Warkop menjadi salah satu pilihan usaha yang dikembangkan mereka. Mereka meyakini usaha Warkop tidak mudah gulung tikar. Sebab, masyarakat di desa tidak akan bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Apalagi lokasinya berada di kawasan Wisata Puncak Desa Kabul. Salah satu wisata yang menawarkan view penggunungan. Dari lokasi ini setiap pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan alam, hutan yang hijau termasuk bisa melihat potret desa dari pegunungan. Malam harinya pengunjung dapat melihat lampu lampu penduduk bahkan lampu pusat kota praya terlihat terang termasuk juga lampu bandara. Mengingat lokasi wisata itu dapat dikunjungi dari pukul 08.00 Wita – 23.00 Wita.

Alasan lainnya pengelolaan Warkop terbilang ringan. Menu yang disuguhkan selain aneka kopi juga ada aneka ice. Dari sisi pendapatan, hitungan sehari dari Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Tergantung pengunjung. Biasanya agak ramai itu malam minggu. Karena kita (kami) juga menyediakan fasilitas karaoke gratis,” bebernya.

Sementara, Manager Warkop Gemilang, Ahmad Yani mengatakan, Warkop tersebut milik bersama Pemuda Gemilang. Sehingga mereka berjaga secara bergantian sesuai sift yang sudah dijadwalkan. Jadwal itu tentu tidak sampai mengganggu aktivitas utama mereka seperi pergi ke sekolah.

“Hasil Warkop ini belum seberapa tapi adalah buat beli sabun mereka setiap bulan. Sekedar uang transport,” cerita Yani.

Kehadiran Warkop itu setidaknya bisa mengurangi angka pengangguran di desa. Di Warkop itu saja ada 14 Pemuda terserap telah bekerja meski ada dari mereka sudah berhenti.

“Sekarang ini ekonomi sulit. Untung ada Warkop ini,”sambungnya.

Warkop Gemilang berjalan baru lima bulan lebih. Yang menjadi kendala mereka modal usaha. Saat itu gubenur membantu Rp 10 juta. Sekitar Rp 8,5 juta terpakai untuk membangun, sewa lahan, penataan dan untuk pemasangan kilometerit sehingga tersisa hanya Rp 1,5 juta untuk membeli kebutuhan barang dapur Warkop, perlengkapan pernak pernik dan sisanya sebagai modal belanja barang.

“Modal kami untuk barang aja sekitar Rp 500 ribu-an,” katanya.

Yani berharap, pemerintah bisa membantu penambahan modal. Apalagi saat Covid-19 ini, semua serba sulit. “Salah satu harapan teman-teman pemuda bisa berusah di Warkop ini. Tapi kami masih kurang modal,” keluhnya.

“Mohonlah pemerintah bisa bantu kami,”sambung dia.

Untuk diketahui Pemuda Gemilang berdiri tahun lalu. Mereka mendirikan komunitas pemuda sebagai ajang silaturrahim, menjadi wadah berbagi untuk kepentingan sosial. Beberapa kegitan sudah dilakukannya di antaranya mendistribusikan logistik kepada korban banjir Desa Kabul beberapa waktu lalu, di bulan puasa lalu melakukan santuan Anak Yatim dan orang tua jompo hingga acara acara keagamaan dan sosial lainnya.
“Nah kami juga punya kegiatan rutin setiap hari Sabtu sore di Warkop, Arisan sama-sama 10 ribu dengan anggota 73 orang,” ceritanya.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemkab Lobar Siapkan Dua Tempat Pemakaman Covid

Read Next

Anggota Dewan Viral Najamudin Akan Dipanggil Polisi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *