LOBAR—Festival Senggigi 2026 resmi diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar), Minggu (21/6). Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya sekadar acara seremonial sehari, kini Festival Senggigi digelar selama tiga bulan. Sejumlah rangkaian kegiatan acara digelar dari 21 Juni sampai 29 Agustus 2026. Langkah baru ini menjadi cara cerdas promosi pengembangan pariwisata Lobar.
Agenda dimulai dengan kickoff disertai event fun run Senggigi 21 Juni, kemudian pada tanggal 27 Juni sampai 22 Agustus ada Pekan Kesenian Senggigi di amphitheatre Pasar Seni Senggigi. Di sisi olahraga akan ada kompetisi juggling di bulan Juli, kompetisi selancar (surfing competition) di bulan Agustus, serta jet ski di bulan yang sama. Ketiga event olahraga itu digelar di kawasan Pantai Senggigi. Selain dipusatkan di Senggigi, rangkaian festival ini juga akan digelar di pusat kota, Alun-Alun Gerung. Atraksi seni peresean akan berlangsung dari 15 sampai 17 Agustus 2026 di Koloseum Taman Kota Gerung. Lanjut pada tanggal 29 Agustus, Giri Menang Karnaval akan digelar di Alun-Alun Giri Menang dan ditutup dengan LAZZ Jazz.
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang meluncurkan (launching) Festival Senggigi di kawasan Hotel Merumatta Senggigi cukup optimistis dengan rangkaian acara yang disuguhkan. Selama tiga bulan ke depan ini, kawasan wisata Senggigi akan hidup dengan kegiatan seni, budaya, olahraga, dan hiburan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Di Senggigi ini, selama ini kegiatan berjalan masing-masing. Melalui Festival Senggigi, semuanya kita rangkai menjadi satu kesatuan kegiatan. Insyaallah, festival ini akan berlangsung selama tiga bulan dengan berbagai agenda yang telah disusun,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan festival dapat diakses melalui informasi digital. Pemkab menyediakan kode batang (barcode) rangkaian kegiatan yang dapat diakses masyarakat melalui media sosial ataupun baliho atau pamflet yang disebar Dispar di beberapa titik.
Menurut LAZ, pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari transformasi pelayanan informasi yang lebih efektif. LAZ menegaskan Pemkab berkomitmen menjadikan Festival Senggigi ruang promosi potensi daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Masing-masing kecamatan akan menampilkan kegiatan terbaiknya. Setiap akhir pekan selama tiga bulan ke depan, Amfiteater Senggigi akan dipenuhi berbagai pertunjukan. Tidak ada satu pun akhir pekan yang terlewat tanpa kegiatan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk membangkitkan Senggigi kembali,” tegasnya.
Festival Senggigi diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Senggigi sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat. (win)
