Dugaan Penyelewengan Dana PIP di SMPN 9 Praya Barat

F SMP

KHOTIM/ RADARMANDALIKA.ID DEMO: Bendahara SMPN 9 Praya Barat saat memberikan penjelasaan terkait bantuan PIP kepada wali murid yang protes, Kamis kemarin.

PRAYA – Dugaan penyelewengan dan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat. Kali ini, kasus dugaan penyelewengan dana yang diperuntukkan bagi siswa miskin tersebut terjadi di SMPN 9 Praya Barat.
Kemarin, puluhan wali murid SMPN 9 Praya Barat mendatangi sekolah setempat. Kedatangannya untuk meminta kejelasan terkait dana PIP yang sudah bermasalah sejak 2020 lalu. Pasalnya, dana PIP ada yang dipotong bahkan ada juga yang tidak diberikan kepada siswa yang tercatat sebagai penerima.
Salah seorang wali murid, Inaq Heru mengaku sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan pihak sekolah yang tidak memberikan hak anaknya. Padahal anaknya masuk pada data penerima bantuan.
Dia menjelaskan, ia dan anaknya, Ristu Aldinata dalam kondisi hidup susah. Sehingga sangat butuh bantuan tersebut untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya.
“Saya tidak pernah menerima dana PIP itu,” jelasnya, kemarin.
Hal senada dijelaskan Saidin, selaku pendamping wali murid. Dia menjelaskan, persoalan ini sudah terjadi sejak 2020 lalu pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya yang kini bertugas di SMPN 1 Praya Barat. Sehingga ia meminta pihak terkait untuk bertanggungjawab atas permasalahan ini. Ia menjelaskan, bantuan tersebut diduga diselewengkan dengan berbagai cara. Ada yang dipotong dan ada juga yang tidak diberikan sama sekali.
“Bervariasi jumlahnya kalau yang dipotong itu. Dari Rp 750 ribu yang seharusnya diterima siswa, ada yang dipotong setengahnya, ada juga yang Rp 100-200 ribu. Alasan pemotongan katanya untuk perbaikan sekolah,” jelasnya.
Dari data yang dimilikinya, pada tahun 2020 terdapat 31 siswa yang dinyatakan sebagai penerima PIP. Sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 27 siswa.
Ia menduga, pihak sekolah mengelabui wali murid soal adanya dana PIP tersebut. Dalam hal ini, pihak sekolah sengaja tidak memberikan pemberitahuan kepada wali murid yang anaknya menerima bantuan.
“Kita minta hak- hak siswa ini dikembalikan,” tegasnya.
Dia meminta persoalan ini segera diselesaikan. Dana yang diduga sudah dihabiskan agar segera diganti dan dibagikan kepada siswa yang berhak menerima.
“Uang masing-masing siswa itu harus dikembalikan. Ini tindakan yang keji,” tegasnya.
Sementara Harun, perwakilan guru yang menerima kedatangan wali murid mengatakan, dana PIP untuk tahun 2020 memang sudah dicairkan kepala sekolah yang menjabat sebelumnya. Ia juga mengakui sebagian dana itu digunakan untuk perbaikan halaman sekolah. Sedangkan untuk dana PIP tahun 2021 belum dicairkan, karena pihaknya masih menunggu kesanggupan kepala sekolah sebelumnya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan kepala sekolah yang lama. Kami mohon waktu dan akan mengundang semua pihak nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 9 Praya Barat, Baiq Hartini mengaku tidak mengetahui terkait persoalan ini. Pasalnya, dirinya baru beberapa bulan ditugaskan di sekolah tersebut. Bahkan, ia mengaku para guru sudah dimintai keterangan oleh pihak aparat penegak hukum perihal masalah ini.
“Saya tidak tahu, saya baru sebulan lebih bertugas di sini. Itu masalahnya kepala sekolah yang sebelumnya,” bebernya.
Meski demikian, ia berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan oleh kepala sekolah sebelumnya.
“Jangan kita yang baru datang, baru mau bertugas, malah dibuat tidak nyaman dengan masalah-masalah seperti ini,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala UPT PAUD dan Dikdas Praya Barat, Sutami. Dia mengaku kurang mengetahui terkait persoalan tersebut. Sebab selama ini pihaknya tidak pernah mendapat laporan maupun aduan dari wali murid soal masalah tersebut. Dia menjelaskan baru mengetahui persoalan tersebut setelah adanya demo wali murid.
“Laporan ke UPT tidak ada,” kelitnya.
Pihaknya berjanji akan melakukan upaya koodinasi dengan kepala sekolah bersangkutan dan juga kepala dinas untuk mencari jalan keluar dari persoalan tersebut.
“Kita akan laporkan ke atasan dulu,” tandasnya. (ndi/tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pembebasan Lahan Smelter Belum Tuntas

Read Next

Bayi Baru Lahir di RSUD Praya Mengalami Patah Tulang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *