Pembebasan Lahan Smelter Belum Tuntas

  • Bagikan
F ilustrasi 1
Ilustrasi

MATARAM – Konstruksi awal proyek Smelter atau fasilitas pengolahan hasil tambang untuk meningkatkan kandungan logam di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dikelola PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) ditargetkan bulan Oktober ini. Namun hingga saat ini masih terdapat lahan seluas 63 are yang dimiliki dua warga setempat belum selesai dibebaskan.

“Kalau Smelter hamper selesai karena (masih) ada dua orang. Satu orang punya dua bidang luasnya 63 area dari 172 hektare,” ungkap Bupati Sumbawa Barat (KSB), W Musyafirin, Kamis kemarin.

Musyafirin mengaku, ada okunum yang masih melakukan provokasi sehingga mereka belum mau melepaskan lahannya. “Ada yang kompor-kompor,” katanya.

Smelter salah satu dari delapan Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang akan diprioritaskan pusat di NTB. Hal itu berdasarkan keterangan resmi Menko Maritim dan Investasi, Luhut Bisar Panjaitan saat melangsungkan Rakor bersama gubernur, belum lama ini. Untuk itu, Musyafirin berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut mengingat Kontrak Pembangunan Smelter di Engineering, Procurement dan Construction (EPC) selaku kontraktor sudah selesai. Diketahui nilai investasi Smelter sebesar. Rp 14 T.
“Yang belum selesai kita coba bangun komunikasi. Kita akan lihat UU Omnibuslaw yang mengatur tentang tanah kemudian bagaimana second opini dari kejaksaan ini kita akan tempuh supaya hal-hal ini bisa cepat selesai,” tegas Bupati dua periode itu.

Musyafirin membantah, dua warga itu belum mau melepaskan tanahnya karena harga aprraisal rendah. “Nilai aprrasisal jauh lebih rendah dengan nilai pasar itu informasi salah,” katanya

Justur nilai aprraisal jauh lebih tinggi dari harga transaksi yang sedang berjalan maupun saat penyusunan kegiatan. Dimana hasil aprraisal diangkat Rp 5,5 juta/are.
“Ndak mungkin harga di bawah aprraisal.
Ndak mungkin harga aprraisal itu ditetapkan harga di bawah harga pasar,” tegasnya.

Untuk itu, Musyafirin mengimbau masyarakat KSB tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kehadiran Smelter pastinya akan membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah. “Tentu tidak boleh terprovokasi dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Terakhir Politisi PDIP itu meminta kerjasama media supaya bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Jangan sampai niat besar membangun akan kalah hanya dengan satu dua orang.
“Kita minta media supaya tetap berikan edukasi,” serunya. (jho)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *