Bayi Baru Lahir di RSUD Praya Mengalami Patah Tulang

F melahirkan

MASYUR FOR RADARMANDALIKA.ID PERSIAPAN: Orangtua bayi Mansyur sempat mengambil foto saat istri masih di atas ranjang persalinan.

PRAYA – Bayi baru lahir jenis kelamin perempuan diduga mengalami patah tulang usai proses persalinan secara normal di RSUD Praya, Minggu (29/8) kemarin. Bayi tanpa dosa ini mengalami patah tulang pada bagian depan.
“Anak saya ini mengalami patah tulang pada bagian depan atas dadanya,” ungkap orangtua bayi, Masyur dari Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara kepada Radar Mandalika tadi malam.
Dia mengaku, secara jelas memang dirinya tidak ada di dalam ruangan saat proses persalinan. Masyur keluar untuk mencari sesuatu.”Persisnya saya tidak tahu apa yang terjadi. Cuma tadi siang saya menerima hasil rontgen dari bidan rumah sakit,” ceritanya.
Atas kejadian ini, Masyur meminta pertanggungjawaban pihak RSUD Praya. Pasalnya, sampai dengan saat ini pihak rumah sakit belum ada kejalasan seperti apa pengobatan untuk anaknya.
“Kasian mungkin dia (bayi) saya ini merasakan kesakitan. Saya minta pertanggungjawaban sampai normal,” katanya.
Dari kejadian ini, sejak awal masuk RSUD Praya pada saat istri sudah berada di atas ranjang perawatan. Dia beberapa kali meminta petugas di sana untuk menggantikan ranjang, sebab dilihatnya kurang baik. Namun sayang, tidak diberikan petugas. “Jadi saya diam saja, saya juga sempat berusaha cari gunting bahkan obeng untuk menguatkan ranjang itu,” ceritanya.
Sampai dengan saat ini, ibu sang bayi sudah pulang. Sementara bayi yang belum diberikan nama ini, masih menjalani perawatan di RSUD Praya.”Mudahan semua baik-baik saja,” ucapnya.
Sementara, Direktur RSUD Praya Muzakir Langkir tidak merespons konfirmasi Radar Mandalika. Sampai berita ini diturunkan.
Namun salah satu pejabat di RSUD Praya berjanji akan menindaklanjuti informasi ini. Bahkan besok (hari ini, red) pihaknya akan mengecek bersama dokter anak dan dokter bedah. “Kita ini belum tahu betul seperti apa. Benar tidak informasi ini,” ungkap sumber yang tidak mau di mediakan namanya ini.
Pejabat RSUD Praya ini menegaskan, harusnya direktur yang berhak bicara dalam hal seperti ini. “Tadi saya sudah hubungi Pak Mansyur juga,” katanya.(red)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dugaan Penyelewengan Dana PIP di SMPN 9 Praya Barat

Read Next

Tak Berizin, Pol PP Ngaku Tidak Bisa Bertindak?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *