H AMIR. (HAZA/RADAR MANDALIKA)

PRAYA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa pekan ini akan turun mendata sekolah rusak yang tidak pernah sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Ketua PGRI Loteng, H Amir mengatakan, kebetulan sudah ada donatur yang bekerja sama dengan PGRI, diminta untuk mendata sekolah se-Loteng supaya dapat bantuan.

“Kita diminta sebanyak-banyaknya dengan ketentuan sekolah tersebut tidak pernah sama sekali dapat bantuan DAK dari pemerintah,” ucapnya.

Terkait prosedur lanjutnya, sekolah hanya menyerah data kerusakan, berapa yang rusak dan tingkat kerusakannya, setalah itu nanti pihak donatur yang akan telaah dan mengkaji ulang layak atau tidak mendapatkan bantuan.

“Dari data yang diterima itu akan dikaji apakah rusak ringan, berat atau akan dibangun akan Ruang Kelas Baru (RKB). Terkait hal ini kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan setelah data sekolah diterima oleh donatur akan dilanjutkan survei ulang,” bebernya.

Di satu sisi pihaknya sengat berterima kasih kepada donatur yang ingin mensupport kondisi sekolah di Lombok Tengah. Yang dimana diketahui kondisinya 50 persen butuh perbaikan itu sempat disampaikan oleh Komisi IV DPRD Loteng.

“Yang kita ajukan baru dua sekolah yaitu SDN Buncalang dan SDN Bejelo Kecamatan Jonggat, kita akan terus turun ke lapangan memantau kondisi setelah menerima laporan. Kami berharap semua sekolah bisa menerima bantuan dari para Donatur,” pungkasnya. (hza)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 251

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *