Diteriaki Maling, Warga Rakam Digebuk Massa

  • Bagikan
F AMANKAN
IST / RADAR MANDALIKA AMANKAN : Seorang warga Lingkungan Batu Belek Barat setelah diamankan pihak kepolisian, Sabtu (23/4) lalu.

LOTIM – Niat mencari terduga pelaku yang memukul adiknya di depan Ruang Terbuka Publik (RTP) Pancor Lombok Timur (Lotim), inisial KH, 25 tahun asal Lingkungan Bagik Longgek Barat Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong justru menjadi sasaran amuk massa. Gara-gara KH diteriaki maling, sehingga membuat massa berhamburan keluar. Kejadian pukul 21.00 Wita, Sabtu (23/4) lalu.

Penganiayaan oleh massa itu bermula Jumat (22/4) lalu sekitar pukul 20.00 Wita. Adik KH dipukul orang tak dikenal di RTP Pancor yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lantas KH Sabtu (23/4) sekitar pukul 21.00 Wita, mendatangi RTP untuk mencari terduga pelaku pemukulan terhadap adiknya tersebut. Setiba di TKP, KH hanya bertemu sejumlah anak-anak yang berkerumun di RTP. Ia pun menanyakan siapa pelaku pemukulan adiknya jumat malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Karena tersulut emosi, dia sendiri bertanya pada anak-anak tersebut sembari marah-marah diduga menggunakan nada kasar. Merasa tidak mendapat jawaban, lantas KH memukul beberapa anak-anak yang ada di TKP. Tidak terima dipukul, beberapa anak lantas pulang memberitahukan keluarganya sambil menangis. Darisana, orang tua anak-anak juga marah sehingga terjadi adu jotos.
Di tengah aksi baku hantam itu, tiba-tiba ada warga yang teriak maling dan copet. Gara-gara teriakan itu, warga sekitar TKP langsung berhamburan datang membogem KH hingga lemas. Polsek Selong yang menerima informasi peristiwa itu, langsung terjun ke TKP mengevakuasi korban amuk massa. Ia pun dievakuasi ke Mapolsek dan dibawa ke rumah sakit Risa untuk mendapatkan perawatan medis, sebab sempat mengalami muntah-muntah akibat digebuk warga.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Lotim, IPTU Nicolas Oesman mengatakan, kasus warga Lingkungan Batu Belek Barat Kelurahan Rakam ini ditangani Polsek Selong. Namun dari kejadian itu, selain tidak adanya barang bukti yang diamankan petugas, juga Polsek Selong belum menerima laporan atas peristiwa tersebut. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” terangnya.
Pada kesempatan itu, warga Kelurahan Pancor dan Rakam diharapkan tetap menjaga kondusifitas wilayah. Jangan sampai konflik lebih luas terjadi lagi akibat peristiwa penganiayaan itu. Bagaimana pun, menjaga dan membangun kamtibmas, merupakan tanggungjawab bersama.
“Pada intinya, Polsek masih menunggu laporan dan kasus ini tetap ditangani sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP),” pungkasnya. (fa’i)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *