Dishub NTB Perkirakan Mudik Lebaran Membludak

  • Bagikan
F Lembar
DOK/RADAR MANDALIKA MASIH SEPI: Seorang pria berjalan kaki ke arah kapal yang nyandar di Pelabuhan Lembar, belum lama ini.

MATARAM – Jelang mudik lebaran tahun 2022. Diperkirakan pergerakan warga NTB yang akan melangsungkan mudik mencapai 2 sampai 3 juta orang. Angka ini sedikit bertambah mengingat pembukaan penerbangan Malaysia-Indonesia sudah dibuka sehingga tidak menutup kemungkinan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekian persen akan pulang untuk berlebaran di kampung halaman mereka.

“Apalagi Malaysia sudah buka,” terang Kepala Dinas Perhubungan NTB, L Moh Faozal, kemarin.

Dishub memperkiran lonjakan pergerkan penumpang mudik secara umum mencapai 25 hingga 35 persen baik melalui jalur darat maupun laut, sementara untuk jalur penerbangan atau udara diperkirakan mencapai 40 persen.

“Kita sudah antisipasi per 1 Mei tujuan Lop sudah mulai terbang. Hari itu bersamaa dengan hari libur juga,” katanya.

Ojal menjelaskan, dalam rapat yang dilangsungkan bersama seluruh skatekholder itu guna memastikan kesiapan unsur maritim (jalur laut). Sebab pada jalur laut ada tiga rute penyebrangan Lembar – Padangbai, Lembar – Ketapang dan Lembar – Tanjung Perak. Berikutnya ada rute Gilimas-Tanjung Wangi. Untuk Maritim satu khususnya rute Lembar ada 24 Armada Kapal yang disiapkan pemerintah.

“Ada juga rute Telong Kabila dan Egon itu melayani untuk Indonesia Timur,” terangnya.

Sisi rute maritim kedua juga penyebrangan Kayakangan – Pototano. Pada Maritim kedua ini Armada yang disiapkan sebanyak 26 Armada Kapal.

Ojal mengaku pihaknya sudah mengecek seluruh armada kapal yang siap beroperasi.
“Mudahan seluruh perangkat layanan siap jelang lebaran ini,” harapnya.

Hal yang juga dipastikan Dishub yaitu layanana CHSE disetiap kapal. Hal ini guna untuk mencegah penyebaran Covid-19. Adanya prediksi lonjakan arus mudik tahun ini mengingat dua tahun terakhir kebijakan pemerintah pusat melarang mudik.

Ojal juga mengatakan untuk mengantisipasi kelonjakan penumpang itu pihaknya belajar dari pengalaman MotoGP yang lalu. Malah untuk arus baliknya sedikit berbeda dimana saat Moto GP penumpang balik secara bersamaan namun untuk arus mudik ini mereka tentunya akan balik dihari hari yang berbeda.

“Ini kan baliknya ada hari kedua, hari ketiga dan seterusnya apalagi itu bertepatan dengan libur panjang 10 hari. Pokoknya kita pastikan semua layanan darat laut pelabuhan semua armada sudah lengkap,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub juga telah menyiapkan sejumlah skenario misalnya akan ada pembatasan pergerkan bagi truk pengangkut logistik. Selanjutnya, pos-pos pelayanan juga akan disiapkan di sejumlah jalur misalnya jalur Mataram – Masbagik Lombok Timur.

“Kita akan atur trafik ini supaya tidak terjadi kemacetan,” katanya.
Dilanjutkannya, pos akan buat juga disemua titik titik yang diantesi adanya keramaian dan kemcatetan.

Sementara itu, Ditjen Perhubungan Luat, R Pradigdo memastikan semua armada sudah siap bahkan sebelum beroperasi mereka telah dilakukan Ram Cek oleh petugas setempat. Pradigro mengatakan lonjakan yang diperkirakan akan meningkat yaitu Lembar – Padang Bai yaitu sekitar 25 persen sementara lonjakan kedua Lembar – Surabaya mencapai 10 persen. Hal ini dikarenakan banyak warga NTB dari Jawa akan lebih banyak memilih jalur Surabaya Lembar.

“Angkutan lembar sudah disiapkan 4 kapal,” pungkasnya. (jho)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *