Dirjen SDPPI Ajak Santri Nurul Hakim Cakap Hadapi Transformasi Digital

  • Bagikan
WhatsApp Image 2022 02 12 at 00.41.31

LOBAR – Direktur Jenderal (Ditjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos Indonesia (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI).

 

Dirjen SDPPI, Ismail mengatakan bahwa saat ini kemajuan teknologi mengalami berkembang sangat pesat. Melihat transformasi digital telah memindahkan hampir sebagian besar aktivitas hidup manusia ke dalam dunia digital atau virtual.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dengan keluarga besar pondok pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat NTB, pada hari Jumat,11 Februari 2022.

” Berdasarkan hasil survei, hari ini rata-rata anak Indonesia menghabiskan waktu hampir 9 jam berada di depan HP. Itu artinya, sebagian besar hidup kita telah pindah ke ruang virtual atau digital,” terang Ismail di hadapan para santri Ponpes Nurul Hakim.

 

Peluang Teknologi di tengah kemajuan teknologi yang kian pesat, Ismail mengatakan ada beberapa hal yang menjadi catatan. Selain membawa dampak positif untuk kemajuan, revolusi teknologi juga menyimpan sisi negatifnya sekaligus.

 

Dalam kesempatan itu, Ismail menjelaskan salah satu hal positif dari perkembangan teknologi. Misalnya, terciptanya berbagai lapangan kerja baru di dunia digital.

 

“Perkembangan bagi Usaha Kecil Menengah (UMKM) dalam dunia digital, juga merupakan salah satu dampak positif dari kemajuan teknologi,” Jelasnya.

 

Sementara di dalam sistem pendidikan, lanjutnya, mengadopsi berbagai kemajuan teknologi.

 

“Sekolah daring misalnya, bahkan kita memiliki peluang memperbaiki kualitas pendidikan kita hari ini dengan memanfaatkan teknologi,” Terangnya.

 

“Kalau belanja kita sekarang tidak perlu ke pasar atau toko. Kita sudah bisa membelinya secara digital. Bahkan kita sudah bisa beli tanah di ruang digital,” Tambahnya.

 

Tantangan dan Self Defense Ismail menjelaskan, hal-hal negatif yang timbul dari perkembangan teknologi menjadi tantangan dan perlu di antisipasi. Hal itu bisa dilakukan dengan cara memperkuat Self Defense sejak dini.

 

“Iman dan taqwa menjadi salah satu kunci agar kita terhindar dari dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh perkembangan teknologi. Iman dan taqwa bisa menjadi self defense yang kokoh dari konten negatif yang ada,” jelasnya.

Begitu juga dengan literasi digital, kata Ismail, sangat penting dimiliki di era sekarang. “Kecakapan digital akan lebih bijak memanfaatkan teknologi. Hal ini bisa dimulai dari diri sendiri dan juga lingkungan keluarga,” tukasnya.(rls/tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *