Diresmikan, Desa Penujak Semakin ‘Cantik’

F Wagub 1

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID RESMIKAN: Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah saat menerima foto dari Kades Penujak, kemarin.

PRAYA – Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) meresmikan destinasi wisata Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kamis kemarin.

Sesuai SK Gubernur, 99 Desa Wisata tersebar di 10 kabupaten/kota. Di antaranya, Kabupaten Bima sejumlah 10 Desa, kemudian Kabupaten Dompu 9 Desa, selanjutnya Kota Mataram ada 4 Desa, kemudian  Kabupaten Lombok Barat 13 Desa, Kabupaten Lombok Tengah 16 Desa, Kabupaten Lombok Timur 18 Desa, Kabupaten Sumbawa 9 Desa, dan terakhir yakni Kabupaten Sumbawa Barat 8 Desa.

Adapun untuk wilayah Kabupaten Lombok Tengah, ditetapkan 16 desa wisata. Yakni Desa Sukarara, Desa Marong, Desa Mertak, Desa Lantan, Desa Kuta, Desa Labulia, Desa Bonjeruk, Desa Sepakek, Desa Selong Belanak, Desa Mekar Sari, Desa Karang Sidemen, Desa Rembitan, Desa Aik Berik, Desa Tanak Beak, Desa Penujak dan Desa Sengkol. 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Rohmi Djalilah menyampaikan, dimana kemajuan dari Desa Penujak ditentukan oleh masyarakatnya sendiri, yakni mengingat mudahnya komunikasi dan nyambung, maka kemudian akan mudah dalam membangun desa dan juga demikian untuk desa lainnya.

“Desa wisata merupakan impian kita semua, bukan hanya dikunjungi wisatawan namun juga bersih dan hijau , bukan hanya ketika saat dikunjungi saja namun secara terus menerus,” kata Ummi Rohmi.

Dimana, lokasi angkringan yang diberikan bantuan untuk membangun dan menata area kumuh oleh Dinas Provinsi NTB terkait ini, wagub berharap supaya semakin maju kedepan, ramai,  tertata, dijaga kebersihannya dan terus kembangkan.

“Desa harusnya terus menjaga dan kompak mengingat hal tersebutlah merupakan kuncinya,” katanya.

Wagub menceritakan, dimana sebelumnya pihaknya datang berkunjung di awal tahun 2020 sebelum Covid-19, kemudian saat datang di tahun 2021 sekarang sudah bersih, tertata dan bagus.

Kemudian pihaknya menekankan pada posyandu yang harus mengedepankan posyandu keluarga yang lebih baik untuk Desa Penujak untuk melayani kesehatan seluruh masyarakat.

Sementara itu, Kades Penujak, Suharto menjelaskan dimana relokasi bantuan dan penataan ini pihaknya mendapatkan bantuan penataan pemukiman kumuh dan ada tujuh lokal angkringan yang di bangunkan oleh pihak pemerintah provinsi. Dimana pengelolanya oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

“Bantuan relokasi dan penataan ruang tersebut sebelumya hanya jalan kumuh tempat para pedagang kecil kaki lima, yang tidak tertata baik, namun alhamdulillah berkat program ini semua berubah lebih indah, cantik, rapi dan tertata,” kata kades.

Kades menceritakan, operasi angkringan ini dimulai pukul 08.00 Wita sampai dengan 22.00 wita. Katanya, dengan penataan pasar area timur sebagai pusat gerabah dan di lokasi yang baru ini sebagai area kuliner khas lokal. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Kunjungi Rumah Duka di Monjok

Read Next

Kunjungi Desa Sukarara, Sandiaga Uno Ingin Kerajinan Tangan Siap Sambut MotoGP

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *