Diprediksikan Kandidat Pilkada Lobar Ramai

F PILKADA

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PILKADA: Suasana debat kandidat Pilkada 2018 lalu. Kandidat baru diprediksi akan mengisi Pilkada mendatang.

LOBAR—Banyak nama kandidat baru bakal calon yang diprediksi ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Barat (Lobar) mendatang. Apabila Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu) disetujui, maka Pilkada di Lobar akan dilaksanakan pada 2022 mendatang.

Para pengamat pun memprediksi Pilkada Lobar akan lebih seru karena tanpa adanya petahana dan banyak kandidat berpeluang. Sejumlah nama calon pun muncul termasuk dari kaum perempuan yang cukup berpengaruh di Lobar. Sebut saja nama Wakil Bupati Lobar Hj Sumiatun yang mungkin akan kembali maju. Sebagai ketua politik hal itu bisa saja dilakukannya. Kemudian sederet nama legislatif baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Seperti dari kabupaten ada nama Hj Nurhidayah yang kini menjabat Ketua DPRD Lobar, Hj Nurul Adha yang kini Wakil Ketua DPRD Lobar, Indra Jaya Usman anggota DPRD Lobar. Kemudian dari legislatif provinsi asal Lobar, TGH Mahally Fikri, Nauvar Forqoni Farinduan, dan Lalu Ismail yang semuanya merupakan anggota DPRD Provinsi NTB.

Pengamat politik dan pembina LPKM Rinjani, Suhaimi Syamsuri mengatakan, semua calon memiliki peluang yang sama untuk menang sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lobar.

“Tidak ada calon bupati petahana, akan memunculkan figur baru dalam pilkada Lobar nanti,” ungkapnya.

Tak hanya itu, mantan ketua KPU Lobar itu juga  menilai potensi figur bakal calon tidak hanya datang dari politisi saja. Namun juga berpeluang dari tokoh agama, tokoh masyarakat, birokrat, maupun kalangan pengusaha. Seperti Sekda Lobar juga berpotensi. Hanya saja, menurutnya yang akan mendominasi masih dari kalangan politisi asli. “Yang paling berpotensi dan mendominasi adalah dari unsur politisi,” katanya.

Selain itu nampaknya untuk geopolitik, di Kabupaten Lobar tak akan terlalu berpengaruh. Dengan catatan, sepanjang figur tokoh yang diusulkan memiliki nilai jual di masyarakat. Sekalipun tidak mewakili, unsur geopolitik selatan-utara, barat dan tmur, atau wilayah tengah Kabupaten Lombok Barat, sepanjang tokoh itu memiliki kapasitas, dan layak jual di tengah masyarakat, masyarakat akan lebih cerdas untuk memilih para calon. “Politik itu ditentukan oleh seberapa besar nilai jual tokoh yang diusung oleh partai politik,” ungkapnya.

Dari pengalamannya sebagai ketua KPU, Suhaimi menilai sangat kecil kemungkinannya pilkada akan dimajukan pada tahun 2022. Meski RUU pemilukada saat ini sedang dibahas.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha yang dimintai tanggapan terkait namanya yang masuk dalam deretan perempuan berpengaruh di Lobar belum mau banyak menangapi. Sebab ia menilai sejumlah nama tokoh yang diprediksi itu termasuk dia memiliki punya posisi di parlemen. Sehingga menjadi tokoh publik.

“Bisa jadi karena pekerjaan kita di parlemen mengkritisi dan memberikan masukan ke Pemda, mau tidak mau itu efek posisi kita. Kalau itu yang diperhitungkan di masyarakat, saya pikir itu bagian dari efek kerja,” ungkap politisi PKS itu saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Meski nantinya ada calon atau partai lain yang akan meminang PKS dalam koalisi, tidak lantas milihat satu kepemimpinan saja. Karena di PKS terdapat kepemimpinan kolektif yakni dewan pimpinan tingkat daerah. “Di PKS mekanisme yang paling kita jaga itu mekanisme musyawarah. Jadi saya tidak bisa bertindak secara personal sebagai ketua DPD saja, tetapi harus memusyarahkan dengan pimpinan-pimpinan lainnya,” jelasnya.

Sebagai ketua DPD PKS Lobar, kini ia lebih memilih fokus menjalankan amanat Munas PKS beberapa waktu lalu untuk memperkuat kader dan struktur yang solid hingga anak ranting. Tak dipungkiri memang salah satu arahan munas juga untuk mendorong kader maju. Bahkan tidak hanya sekedar mengusung, namun memenangkan kader sendiri. “Kita tidak paku Belanda harus kader, ndak. Dari dulu PKS yang menjadi kekuatannya itu kader, kemudian struktur yang solid,” ujarnya.

Kalau semua itu bisa dipastikan, dan elektabilitas kader yang diusung punya peluang tentu pihaknya akan mengusung kader sendiri. Jika pun benar pilkada 2022 digelar, ia mengaku PKS akan siap.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Lobar, Nauvar F Farinduan juga mengaku jika Gerindra siap menghadapi Pilkada apabila benar digelar 2022 mendatang. “Mesin partai Gerindra di Lobar cukup siap menghadapi Pilkada Lobar 2020,” tegas Farin.

Menurutnya Maret mendatang stuktur pengurus PAC, ranting hingga anak ranting akan terbentuk. Kini proses verifikasi sedang berlangsung. Meski demikian, pria yang sempat maju di Pilkada 2018 itu mengatakan masih menunggu dulu putusan resmi KPU apakah digelar 2022 mendatang atau diundur.

“Dalam pengusungan calon, kita di Partai Gerindra memiliki ukuran elektabilitas dan popularitas. Kita serahkan saja ke partai, yang penting dari mesin partai udah siap,” pungkasnya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Kadikes Mataram Dirawat di RSUP NTB

Read Next

Dfart UU Pemilu Masih Digodok di Pusat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *