Digugat Bapaslon, KPU Loteng Santai

F AAA KetuaKPU dan Amin

PRAYA –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng), menanggapi santai atas langkah gugatan dilayangkan bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), Amin-Farhan ke Bawaslu.

Ketua KPU Loteng, L Darmawan mengaku mengetahui informasi soal gugatan paket Amin-Farhan di media. “Untuk gugatan ini saya baru tahu dari media, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum ke sini, jadi sementara saya tidak boleh berkomentar terlalu jauh untuk menanggapi hal tersebut,” jawabnya saat dihubungi.

Mengenai penilaian Bapaslon Amin-Farhan yang mengatakan KPU tidak transparan, Darmawan menegaskan lagi, itu penilaian mereka. Intinya, KPU Loteng telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan prosedur peraturan perundang undangan yang berlaku. Terkait dipendingnya pembacaan berita acara Amin-Farhan saat verfak perbaikan beberapa waktu lalu, KPU Loteng dinilai melakukan keputusan secara sepihak menurut penggugat. Menurut Darmawan, pihaknya sudah menyampaikan segala sesuatu terkait penyampaian berita acara dan hasil.

 “Jadi tidak ada yang perlu ditanya lagi. Yang jelas tim Amin-Farhan hadir di sana untuk menyaksikan dan menandatangani berita acara,” tegasnya.

Terkait keterlibatan pleno waktu dipending, dia menjelaskan hal tersebut memang sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada.

Terpisah, Kuasa Hukum bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), Amin-Farhan, Dwi Sudarsono menegaskan, dalam pengajuan permohonan penyelesaian sengketa, pihaknya menggugat terkait dengan berita acara Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menolak surat dukungan perbaikan. Sebab, berita acara tersebut, menurutnya masih dalam tahapan pengecekan jumlah dukungan dan sebaran, belum masuk tahapan verifikasi administrasi.

 “Seharusnya tahap pengecekan, tapi KPU sudah vermin, ini alasan kami melakukan permohonan gugatan,” ungkapnya via ponsel, pada Radar Mandalika, Selasa, (4/8) kemarin.

Sudarsono menerangkan, pihaknya juga mempertanyakan masalah tahap pengecekan.“Seharusnya Amin-Farhan lolos, karena kami menyerahkan surat dukungan ke KPU sebanyak 114.039 dan sudah melampaui jumlah batas, dan telah memenuhi sebaran di 12 kecamatan. Jadi perkara poinnya terletak pada mekanisme yang dilakukan KPU tidak tepat,”sebutnya.

Adapun poin objek persoalan. Pertama, menyatakan syarat dukungan bakal calon perseorangan pemohon memenuhi syarat dukungan perbaikan. Kedua, membatalkan berita acara hasil pengecekan pemenuhan jumlah dan sebaran dukungan dalam pemilihan bupati dan wakil bupati. “Ketiga, memerintahkan KPU Loteng untuk melaksanakan keputusan ini,” bebernya.(cr-buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

NW NTB Bagikan Seribu Paket Daging Kurban

Read Next

Polda Selidiki Dugaan Penyelewengan di JPS Gemilang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *