IST/ RADAR MANDALIKA MAKAM : Ini makam TGH. Ali Batu bersama anak dan istri serta sahabatnya.

Keliling Dakwah dan Pernah Melawan Penjajah

 

 

Almagfurullah TGH. Ali Batu merupakan sosok ulama besar dari Desa Sakra Lombok Timur, memiliki jasa besar di Bumi Lombok. Saat itu, selain mengajar ilmu tauhid almarhum juga ikut berjuang melawan penjajah.

 

MUHAMAD RIFA’I – LOMBOK TIMUR

 

PULAU Lombok dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid. Gumi Lombok ini sangat terkenal juga dengan kekokohan Gunung Rinjani. Secara mistis dan keyakinannya, banyak yang menyebut Rinjani adalah gunung yang sakral dan menjadi tempat berkumpulnya para Waliullah.

Kendati Lombok merupakan pulau yang tidak terlalu besar, namun banyak ulama yang dikenal kemampuan agamanya sangat mumpuni. Khususnya di Lombok Timur (Lotim), selain Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ada juga Almagfurullah TGH Ali Batu, ada Almagfurullah TGH Mutawalli, termasuk ulama-ulama tersohor lainnya.

 

Salah satu yang menarik untuk dibahas sosok Almagfurullah TGH Ali Batu pada masa hayatnya, sekarang makamnya di Desa Sakra, Kecamatan Sakra. Sosok Ali Batu panggilan akrabnya ditengah masyarakat memiliki banyak karomah. Murid-murid yang diajarkan bagaimana Ilmu Tauhid melalui Ilmu Tarekat Naqsabandiyah, tersebar bukan saja di Pulau Lombok melainkan juga tersebar diluar Lombok.

Ali Batu bukan sekadar mengajarkan murid-muridnya ilmu agama, berkeliling melakukan dakwah. Akan tetapi, juga sosok pejuang tangguh dizaman bangsa ini melawan penjajahan. Kiprahnya ikut serta memberantas atau mengusir penjajah dari Gumi Sasak ini, sudah tak diragukan lagi.

Seperti penuturan H. Guntur Halba yang merupakan cucu dari Almagfurullah TGH Ali Batu, belum lama ini. Katanya, Almagfurullah TGH. Ali Batu selain ulama, juga seorang pejuang. Ia wafat fisabilillah tahun 1891 Masehi. Seandainya tidak memimpin perang kala itu, mungkin masyarakat Pulau Lombok tidak banyak menemukan Pondok Pesantren atau beribadah dengan tenang pada saat itu.

Almagfurullah TGH Ali Batu meninggal bersama Raden Ratmawe berasal dari Desa Rarang Kecamatan Terara. Ketika itu, sama-sama meninggal fisabilillah di medan perang. Bahkan, kedua ulama besar ini sepakat dimakamkan di tempat pemakaman TGH Ali Batu.

Ditempat ini, sejumlah saudara dari Almagfurullah juga dimakamkan. Termasuk istrinya dimakamkan ditempat tersebut. Bangunan makam Ali Batu, bercorak Kelenteng menunjukkan tidak anti fluralisme. Sedangkan bangunan samping makam yang biasa menjadi tempatnya berkhalwat, kini dijadikan sebagai tempat penyimpanan sejumlah benda pusaka, seperti tombak dan sebagainya. Nama Ali Batu, banyak diabadikan menjadi nama jalan di Lombok Barat, Kota Mataram dan Praya. Termasik di Jalan Lingkar Selatan, Lotim.

“Makam ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, yang wajib dilindungi. Makam ini sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata religi. SK destinasi wisata religi ditetapkam Bupati Lotim H Sahdan sekitar tahun antara 1997 atau 1998 lalu,” kata H. Guntur Halba.(*)

 

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 2218

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *