MUHAMAD RIFA'I / RADAR MANDALIKA SERET : Salah satu massa aksi yang diseret Satpol PP ketika terjadi bentrok di depan kantor Inspektorat, kemarin.

LOTIM – Puluhan massa aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur (Lotim) menggedor kantor Inspektorat Lotim. Saat berorasi di depan gedung Inspektorat, aksi justru berakhir bentrok antara massa dengan personel Sat Pol PP dan Dalmas Polres Lotim, kemarin.

Aksi tersebut, mempertanyakan dugaan bocornya retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang merosot. Selain Inspektorat, massa juga mendatangin Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim, dan Kantor Bupati Lotim.

Ketua Eksternal PMII Lotim, sekaligus sebagai Kordum Massa aksi, Samsul Hadi, dalam orasinya mengatakan, akan menyikapi tegas dengan membuat perhitungan terhadap apa yang telah dilakukan petugas pada massa aksi. Mestinya, aparat yang melakukan pengamanan menjaga dan melindungi. Bukan justru melakukan tindakan anarkis seperti pemukulan, dan tindakan lainnya. Padahal, massa datang melakukan aksi unjuk rasa karena banyaknya permasalahan yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

“Kami akan membuat perhitungan sampai kapan pun, karena sahabat-sahabat kami lecet akibat tindakan represif aparat. Kami akan turun secara besar-besaran, menggeruduk kantor Polres,” tegasnya usai bentrok terjadi.

Ditambahkan Sekretaris Eksternal PMII Lotim, Suhandi, oknum aparat keamanan telah bermain tangan atau fisik terhadap dirinya dan anggotanya. “Katanya mengamankan, tetapi mereka malah bermain fisik,” tegasnya.

Disebutkan, pada saat aksi jelas-jelas pihak keamanan telah membukakan massa aksi gerbang. Namun kenyataannya ketika massa aksi masuk, justru ditarik dan dipukul. “Kami dari pergerakan akan membuat perhitungan pada para oknum yang terlibat dalam bentrok tersebut. Kami tidak akan pernah takut ketika kami menyuarakan keadilan,” tegasnya.

Kembali diungkapkan, massa dalam aksi ini menyuarakan apa yang menjadi temuannya di lapangan. Bukan sebagai bentuk tuduhan atau pun justifikasi. Apa yang disuarakan massa PMII, sesuai fakta di lapangan.

“Kami belum mendapat penjelasan dari Inspektorat atas fakta temuan kami di lapangan. Namun kekerasan yang kami terima,” pungkasnya. (fa’i/r3)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 364

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *