Dewan Nilai Koordinasi Antar OPD di Lobar Buruk

F NURUL OPD

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA Hj Nurul Adha

LOBAR—Kalangan wakil rakyat punya penilaian tak baik soal koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Lombok Barat (Lobar). Koordinasi itu dinilai buruk sehingga membuat proyek dari dana alokasi khusus (DAK) yang sudah dialokasikan sebelumnya batal dilakukan karena berbenturan dengan proyek OPD lain. Seperti pengadaan Ruang Belajar Baru (RKB) SDN 1 Gerung Utara yang terpaksa dibatalkan karena terdampak pembangunan akses jalan menuju IGD RSUD Tripat yang baru terbangun. Hal itu diungkapkan kalangan DPRD Lobar berdasarkan temuan pada Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah atas Pelaksanaan APBD 2020.
Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj Nurul Adha mengatakan, sepekan terakhir dilakukan rapat komisi dengan leading sektor. Dalam rapat itu beberapa hal yang ditelisik menjadi bahan evaluasi terhadap Pemda.
“Salah satunya kurang bagus atau buruknya koordinasi antara OPD, contohnya masterplan pembangunan RSUD Tripat ternyata tidak diketahui oleh OPD yang lain, seperti Dikbud. Padahal di situ ada sekolah yang akan direlokasi karena terkena rencana pengembangan rumah sakit,” kritiknya, akhir pekan kemarin.
Bahkan OPD terkait tidak tahu bahwa ada perumahan guru sudah dirobohkan karena akan dipakai untuk pembangunan akses jalan menuju rumah sakit. Yang lebih anehnya lagi tahun ini di sekolah itu dialokasikan DAK senilai Rp600 juta untuk pembangunan RKB baru. Sementara dalam masterplan RSUD, sekolah itu akan dipindahkan karena lahan itu dipakai untuk rumah sakit. “Seharusnya DAK itu tidak dialokasikan ke sekolah yang akan digusur, dipindahkan. Karena kalau dibangun tahun ini lalu sekolah dipindah tahun depan, kan mubazir dibangun,” imbuhnya.
Harusnya, kata politisi PKS ini, disiapkan dulu lokasi untuk relokasi sekolah itu. Sehingga begitu ada anggaran pembangunan bisa dibangun di lokasi yang baru. Kalaupun tidak, seharusnya DAK itu diberikan ke sekolah yang lebih membutuhkan. Sebab banyak sekolah rusak dampak gempa, atau sekolah dengan kondisi bangunan yang sudah tua.
“Kenapa tidak memperhatikan itu, agar tidak sia-sia alokasi DAK itu,” tegas Ketua DPD PKS Lobar itu.
Sementara itu Asisten II Setda Lobar Rusditah mengakui ada beberapa paket proyek yang dibatalkan. Diantaranya, ada di Dikbud satu paket. Yakni pembangunan RKB di SDN 1 Gerung Utara dengan nilai Rp600 juta lebih. “Pertimbangannya karena sekolah itu akan dipindahkan,” jelas dia.
Anggaran pembangunan RKB sekolah ini terpaksa dirasionalisasi karena pertimbangan sekolah akan direlokasi. Ia menyebut ada 13 paket proyek dibatalkan akibat kondisi keuangan daerah maka berdampak terhadap pengadaan barang dan jasa yang akan dikerjakan tahun ini. Karena terdapat 13 paket lelang proyek dibatalkan.
“Dari rencana lelang tahun ini 76 paket, tapi karena kondisi keuangan maka sebanyak 13 paket proyek batal,” bebernya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Apes..! Sopir Taksi Nyambi Jual Sabu

Read Next

Dilaporkan Gelapkan Aset Partai, Maidi Melawan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *