Dewan Loteng Pertanyakan Arah Belanja Pemerintah

F Paripurna

SIDANG: Suasana sidang paripurna di DPRD Loteng, Rabu kemarin.

PRAYA – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Tengah mempertanyakan arah belanja daerah yang dilihat melonjak drastis pada pandemi Covid-19. Hal ini juga dinilai janggal.

Sidang penyampaian pandangan para fraksi yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Loteng, HL Rumiawan terhadap nota kuangan dan raperda perubahan APBD Kabupaten Lombok Tengah tahun anggaran 2020.
Disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tarib mengkritisi beberapa hal terkait porsi belanja tidak lansung yang meningkat dan sangat mencolok mencapai 200 persen.
“Ini merupakan presentasi yang fantastis dalam pemakaian anggaran,” singgungnya di lokasi paripurna, Rabu kemarin.

Ditambahkan Juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muslihin menyampaikan dimana tidak adanya kreatifitas pemerintah bagaimana lebih memprioritas masyarakat kabupaten sendiri seperti di pasar Kopang, mengingat banyaknya didominasi pedagang berasal dari Lombok Timur. Untuk itu, diharapkan agar ada perbedaan perlakuan retribusi pasar antara pedagang local dan kabupaten tetangga. “Ini harus diperhatikan oleh pemda,” kata dia.

Sementara, Juru bicara Fraksi Partai Nasdem Perjuangan, Tohri mengatakan, sejauh ini menganggap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak pernah membantu masyarakat terutama dalam kondisi pandemi Cobid-19. Yang sangat disesalkan terutama pada musim kemarau menjadi persoalan setiap tahun terkait debit air yang selalu berkurang, dan selalu melakukan giliran pembagian air yang tidak bisa tercukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
“Hanya sumur bor menjadi solusi saat ini,” sebut dia.

Terpisah, Wakil Bupati Loteng, HL Pathul Bahri menyampaikan kepada wartawan, dimana harusnya semua stekholder peka dan mengerti terhadap kondisi dimasa Covid-19. Baik sumber ADD yang berkurang dan belanja tidak terduga maupun belanja lansung yang terjun tajam peningkatannya. Mengingat semua sudah dilaksanakan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
“Itu ada aturan yang mengatur keseluruhan,” kata singkat Pathul. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Wali Kota Mataram Buka Suara

Read Next

KPU Kota Mataram Disebut Tidak Profesional

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *