Dewan Lobar Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat

F DPRD

LOBAR–Wakil Ketua DPRD Lombok Barat (Lobar) Hj Nurul Adha mendorong pemulihan ekonomi masyarakat fokus dilakukan Pemkab Lobar. Lantaran kondisi pandemi covid-19 membuat kemiskinan terus meningkat. Aspirasi itu diserap politisi PKS itu ketika turun melakukan reses di Dusun Gelogor Utara Desa Gelogor Kediri, kemarin (7/10). Warga langsung menyampaikan segala keluh kesahnya kepada wakil rakyatnya di dampingi kepala desa setempat.

“Masyarakat menyampaikan tentang meningkatnya kemiskinan yang dirasakan banyak masyarakat karena terdampak oleh covid,” terang wanita yang akrab disapa Umi Nurul itu.

Kini kodisinya, kata Umi Nurul cukup banyak pemuda yang sulit mencari pekerjaan. Tak hanya itu minimnya kemampuan skil dimiliki menjadi kendala ketika ingin berwirausaha. Bahkan para ibu di dusun itu mengaku terpaksa meminjam uang pada rentenir demi memenuhui keberlangsungan kehidupan.

“Mau minjam uang alternatif ditempat lain juga ndak ada. Sementara dia butuh untuk memenuhui kebutuhan ekonomi, tetapi harus terjerat storan yang ditarget sekian rupiah,” bebernya.

Ia menilai Pemkab Lobar serta legislatif harus mengantensi permasalahan itu. Rencannya setelah reses ini, Umi akan membawa aspirasi masyarakat itu dalam pembahasan Perubahan RPJMD Lobar.

“Apa yang kita serap dari reses di masyarakat kita masukan pada RPJMD. Agar pembangunan terarah pada pembangunan ekonomi,” jelasnya.

Pihaknya juga akan memberikan masukan kepada Pemkab Lobar agar lebih fokus dan real bentuk pemulihan ekonomi yang diberikan bagi masyarakat. Terutama pada sektor yang langsung dirasakan ditengah masyarakat menumbuhkan perekonomian. Seperti membantu para pemuda yang niat bekerja untuk peningkatan skil. Sebab para pemuda begitu ingin berusaha hanya saja skil yang minim. Sehingga Pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dapat memberikan pelatihan.

“Tidak hanya pemuda kita yang ingin bekerja diluar negeri. Tapi juga di dalam daerah yang ingin bekerja, sambungnya.
Selain itu sektor pertanian juga dirasa penting untuk kepastian pupuk bersubsidi dan murah. Karena ini juga sangat dirasakan dampaknya untuk pemulihan ekonomi.

“Ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi,” paparnya.

Lebih lanjut IKM dan UMKM ia nilai perlu ruang luas untuk dikembangkan. Bahkan ia mengkritik jangan hanya sebuah selogan program SITEBEL saja, namun perlu juga ruang anggaran untuk perkembangan UMKM Lobar.
“Perlu adanya ruang anggaran, tidak hanya dorongan selogan saja, tapi di bantu apakah pemasaran atau sebagainya,” pungkasnya. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Siap Tempur di Liga 3, LFC Resmi Datangkan Tiga Pemain dari Persiraja

Read Next

Haul Ketiga TGH. Ahmad Taqiuddin, Internalisasi Spirit Nilai Kebangsaan dan Keummatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *