Komisi II Minta Irigasi Tetes Diaudit

F Ridwan Hidayat scaled

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA H. Ridwan Hidayat

MATARAM – Proyek irigasi Tetes (Drip Irigation) di Desa Akar-Akar Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang menelan anggaran senilai Rp 19,7 miliar terus disuarakan ke permukaan. Proyek tersebut dinilai gagal lantaran masa panen selama tiga kali tidak kunjung berhasil. Komisi II DPRD NTB pun meminta agar lembaga yang berwewenang melakukan audit.

“(Program itu perlu diaudit?) Iya,” tegas Ketua Komisi II DPRD NTB, Ridwan Hidayat, Selasa kemarin.

Ridwan justru meminta agar melaporkan proyek gagal tahun 2019 itu kepada Aparat Penegakan Hukum (APH). “Kalau ada temuan, temuan penyimpangan laporkan saja ke APH,” dorongnya.

Ridwan mengatakan, dirinya tidak bisa memvonis bahwa Irigasi Tetes tersebut gagal. “Saya belum berani katakan itu gagal,” tegasnya.

Sikap publik yang melalukan demo menyuarakan Irigasi Tetes tersebut itu merupakan hak setiap warga. Akan tetapi untuk mengetahui apakah benar ada penyimpangan atau tidak maka menurutnya langkah hukum perlu ditempuh.
“Kalau memang ada temuan didorong lapor ke APH. Jika dilihat ada penyimpangan dilapor saja supaya jangan kita jadikan polemik berhasil tidaknya,” tegas pria yang juga Ketua DPD Gerindra NTB itu.

Ridwan menerangkan, penyampaian gubernur yang juga menyarankan untuk dilaporkan itu sangat tepat. Sebab jangan sampai opini yang dibangun kepada publik memunculkan fitnah.
“Saya kira imbauan pak gubernur untuk melaporkan itu bagus,” katanya.

Untuk diketahui, program Irigasi Tetes itu diperuntukkan untuk tanaman jagung di atas lahan seluas 200 hektare. Bahkan pada tahun 2020 Pemprov NTB kembali melaksanakan program yang sama di Pulau Sumbawa yang menelan anggaran APBD NTB Rp 9,3 miliar. Proyek tersebut berada di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Provinsi NTB. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Poltekpar Lombok Belum Terima Info Loker dari ITDC

Read Next

Parah, Setahun Loteng Bayar 890 Juta PJU Illegal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *