Depan Jayakarta Langganan Banjir

  • Bagikan
F SUNGAI BANJIR scaled
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TERENDAM: Banjir yang terjadi di jalan depan Hotel Jayakarta Desa Batulayar Desember 2021 lalu.

LOBAR — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat (Lobar) berupaya segera mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di jalan depan Hotel Jayakarta Desa Batulayar. Bahkan Bupati Lobar H Fauzan Khalid mendeadline permasalahan itu bisa tertangani sebelum pelaksanaan MotoGP Maret mendatang.

 

Kepala Dinas PUPR Lobar, Made Arthadana menjelaskan sampah kiriman hulu masih menjadi penyebab penyumbatan di bawah jembatan sehingga air meluap dan mengenangi jalan kawasan wisata itu. “Pengelolaan sampah ini harus dalam satu sistem dari hulu ke hilir, itu salah satu konsepnya (penanganan),” terang Made yang dikonfirmasi, Selasa (18/1).

 

Selain itu keberadaan gorong-gorong yang bercabang dua diakui Made, juga menjadi penyebabnya. Meski perencanaan dan perhitungan Balai Wilayah Sungai (BWS) gorong-gorong itu bisa mengalirkan air dengan debit banjir tahunan. Namun sampah ikut masuk ke gorong-gorong dan memicu penyumbatan di bawah. Sebagai solusi, Dinas PUPR akan memasang penahan agar sampah tak masuk gorong-gorong. “Sehingga kalaupun ada sampah akan tersumbat diluar,” jelasnya.

 

Sebab diakui Made sulit melakukan pengangkatan sampah yang tertahan di dalam gorong-gorong, apalagi mengunakan alat berat. Sehingga hanya bisa dilakukan secara manual dengan tenaga manusia. Konsep itu sedang dibuat untuk diajukan ke BWS sebagai pihak yang memiliki kewenangan atas sungai tersebut. “Sedang kita konsep untuk detail perencanaannya,” ungkapnya.

 

Adapula langkah penanganan lainnya dengan pemasangan jaring pengaman sampah di tiga titik aliran sungai. Sesuai hasil diskusi Bupati, pihak kecamatan, dan warga ketika turun mengecek sungai akhir pekan kemarin. Jaring itu tak semata-mata sesuai lebar sungai, namun bentuknya kotak yang bisa dibuka pada bibirnya. “Kita akan buat pakai besi, sehingga sampah bisa masuk saat air mengalir,” terangnya.

 

Rencananya ada tiga titik yang akan dipasang jaring pengaman sampah. Yakni di Dusun Tanah Ember, Teloke dan dekat Jayakarta. Ia masih memberikan kesempatan jika ada usulan titik lain untuk pemasangan jaring pengaman sampah. Namun tentunya harus ada petugas yang mengangkut sampah di jaring itu. Karena akan percuma jika dibiarkan sampah tertahan di jaring. Made pun sedang mendiskusikan teknis untuk menyiagakan petugas khusus itu. “Tadi Pak Camat menelepon memastikan sedang koordinasi dengan desa, kadus dan pemilik lahan yang berada di titik pemasangan agar bisa dibantu,” imbuhnya.

 

Terpisah Camat Batulayar, Afgan Kusuma Negara mengaku sudah melakukan pertemuan dan meninjau lokasi bersama Kepala Desa Batulayar dan kepala dusun yang menjadi titik penambahan pemasangan jaring pengaman sampah. Seperti Kadus Teloke Tengah, Teloke Lauk, Kekeran dan Orong. Termasuk pihak Dinas PUPR.

“Kita sepakati jaring pengaman sampah dipasang di masih-masih perbatasan dusun. Kalau kemarin kita sudah sepakati dengan Tanak Embet Timur dan Tanak Embet Barat. Dan itu sudah clear dipasang di Jayakarta dan perbatasan Tanah Embet Barat dengan timur,” terang Afgan.

Menurutnya, jaring pengaman sampah akan dipasang di 5 titik. Terdapat penambahan dua titik sesuai kesepakatan awal dengan Dinas PUPR saat Bupati turun akhir pekan lalu. “Di Dusun Telokek Tengah satu, ditambah dua di perbatasan Kekerang dengan Telokek Lauk kemudian perbatasan Orong dengan Dusun Kekerang,” jelasnya.

Mengenai pertugas yang akan mengangkat sampah yang menyangkut di jaring, Afgan mengatakan hal itu akan dikoordinasikan dengan pihak desa dan Dinas PUPR untuk mengangkat petugas di masing-masing titik itu.  Tentunya tenaga yang diangkat itu berasal dari warga desa setempat. Terkait teknis pengangkutannya dan pembayaran honornya, akan menjadi pembahasan lanjutan pihak desa.

“Untuk bagaimana honornya, kepala desa masih mencari celah penganggaran dari Dana Desa (DD),” pungkasnya.

 

Sebelumnya Bupati Lobar H Fauzan Khalid bersama Dinas PUPR, Kecamatan dan desa turun mengecek penyebab banjir pada Minggu (16/1) lalu. Menurut orang nomor satu di Lobar itu, langkah penanganan harus segera diambil untuk mengantisipasi dampak bencana akibat badai La Nina.  Setelah melihat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dan sedimentasi, Bupati memerintahkan Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Lingkungab Hidup untuk segera mengatasi masalah pendangkalan sungai yang diakibatkan lumpur dan sampah.  Masalah sedimentasi juga diduga menjadi salah satu penyebab meluapnya air sungai di Batulayar yang dekat dengan sejumlah hotel. Luapan air sungai menyebabkan jalan di wilayah Batulayar tergenang saat hujan deras dengan waktu yang lama turun.

“Saya perintahkan PUPR dan DLH segera turun tangan atasi ini agar tidak terjadi lagi genangan dan air meluap di kawasan Batulayar saat hujan dengan intensitas lama. Segera dilaksanakan agar aliran sungai lancar dan tidak terjadi banjir,” perintah Fauzan.

Bupati juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga sungai. Jangan membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai. (win)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *