Debt Collectrok Ancam Ibu Hamil, Sekarang Dibui

Debt Collector

HUMAS POLRESTA MATARAM/RADAR MANDALIKA DEBT COLLECTOR DIBEKUK: Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, menunjukkan barang bukti, kemarin.

MATARAM – Peringatan untuk para penagih  utang (Debt Collector) di Kota Mataram. Gara-gara merampas kendaraan yang belum lunas. Debt Collector langsung diproses dan ditindak oleh polisi. Seperti menimpa dua orang debt collector yang dibekuk Tim Puma Polresta Mataram.

Pelaku berinisial NV (36 tahun), warga Ampenan Utara Kota Mataram, dan LE (31 tahun) warga Praya Lombok Tengah. Kedua pelaku merampas mobil Suzuki APV warna hitam milik ibu hamil di Kota Mataram.

“Ini kasus dengan modus operandi debt collector. Ada dua pelaku yang kami amankan,” beber Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin (21/10). 

Perampasan terjadi di Jalan Bung Karno Kota Mataram. Saat itu korban, baru menyelesaikan pembayaran cicilan ke salah satu perusahaan finance. Setelah itu, korban dihadang oleh kedua pelaku yang mengaku diperintahkan oleh perusahaan finance.

Alasannya adalah korban menunggak setoran kredit. Korban tidak bisa membayar dan mobilnya dibawa kedua pelaku. “Ada negoisasi sebenarnya dan korban yang sedang hamil sempat ada ancaman dengan nada tinggi. Merasa terancam korban pasrah dibawa kunci mobilnya,” beber Kadek.       

Korban lalu melapor ke kepolisian dan ditindaklanjuti. Dari pemeriksaan dokumen yang ada. Serah terima mobil oleh korban tidak diserahkan secara suka rela. Sementara, berdasarkan keputusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019 yang dikeluarkan 6 Januari 2020. Bahwa perusahaan pembiayaan alias leasing tak bisa sembarangan melakukan penyitaan secara sepihak.

Penyitaan harus seizin pemilik ataupun berdasarkan keputusan pengadilan yang sah. “Itu yang menjadi dasar kita untuk menindaklanjuti kasus ini. Keduanya sudah menjadi tersangka,” kata Kadek. 

Kedua pelaku saat beraksi. Mendata mobil penunggak. Selanjutnya kemudian dieksekusi. “Pelaku sering berbagi informasi denga rekan-rekannya untuk mobil yang menunggak. Baru nanti dieksekusi. Kalau dikasus ini, korban memang ada tunggakan setoran kurang setahun,” tutur Kadek. 

Keduanya juga sudah berprofesi sebagai debt collector selama beberapa tahun. “Yang satunya sudah sudah 10 tahun. Satunya lagi baru satu tahun menjalani profesi itu,” cetus Kadek. 

Keduanya diproses petugas dan terancam dijerat pasal 368 ayat (1) Jo pasal 55 ayat (1) KUHP atau pasal 335 ayat (1) tentang pemerasan dan ancaman dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (hms/zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tak Puas di Demokrat, Qomar Loncat ke PKPI

Read Next

Kantor Bupati Ditutup, Pegawai Kerja di Rumah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *