LOMBOK UTARA–Aksi intimidasi terhadap wisatawan asing di Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara, berbuntut panjang. Setelah videonya viral di media sosial, polisi bergerak cepat. Satu orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut akhirnya ditangkap, Selasa (8/9).
Kasatreskrim Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra membenarkan penangkapan tersebut. Terduga pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Pemenang, Selasa sore.
“Kami sudah menangkap satu orang yang diduga menjadi pelaku intimidasi,” kata Wilandra.
Kasus tersebut bermula saat dua wisatawan asing perempuan berlabuh di Pelabuhan Bangsal, Minggu (6/9). Keduanya baru saja menikmati liburan di kawasan Gili sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Lombok Tengah.
Salah seorang wisatawan sebelumnya telah memesan taksi hotel untuk menjemput mereka dari pelabuhan. Namun, ketika kendaraan pesanan tiba, sejumlah pria di kawasan pelabuhan justru mendatangi keduanya.
Para pria tersebut diduga memaksa wisatawan menggunakan jasa transportasi yang tersedia di Pelabuhan Bangsal. Gangguan tersebut berlangsung sekitar 30 menit.
Dalam kejadian itu, jumlah pria yang mendatangi dan mengganggu kedua wisatawan diperkirakan mencapai tiga hingga lima orang. Mereka bahkan menawarkan tarif transportasi hingga Rp500 ribu untuk perjalanan menuju kawasan Selong Belanak, Lombok Tengah.
Kedua wisatawan menolak tawaran tersebut karena sudah memesan taksi hotel. Namun, penolakan itu justru berujung pada permintaan uang.
Keduanya diminta membayar Rp150 ribu karena tidak menggunakan transportasi pelabuhan. Dalam kondisi tertekan, wisatawan tersebut akhirnya memberikan uang sesuai permintaan sebelum meninggalkan Pelabuhan Bangsal menggunakan taksi hotel.
Video yang merekam kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Polisi pun turun tangan meski hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari pihak korban.
“Terduga pelaku ditangkap setelah video tersebut viral di media sosial, meskipun tidak ada laporan dari pihak korban,” jelasnya
Terduga pelaku kini telah diamankan di Polsek Pemenang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami peran terduga pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Wilandra menegaskan, langkah cepat kepolisian merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Lombok Utara.
“Sudah diamankan di Polsek Pemenang. Merupakan komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban, baik bagi turis maupun pelaku wisata,” tegasnya.
Sementara itu, polisi juga meningkatkan patroli di kawasan Pelabuhan Bangsal. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, khususnya tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan wisatawan.
Wilandra mengatakan, pengamanan di kawasan pelabuhan menjadi perhatian kepolisian. Polisi tidak ingin kejadian intimidasi maupun dugaan pemalakan terhadap wisatawan kembali terulang.
“Kami meningkatkan patroli di kawasan Pelabuhan Bangsal. Supaya tidak ada lagi perbuatan serupa,” tandasnya. (can)

