Data RTG Bermasalah, Usulan Bantuan Bencana Lain Ditolak Pusat

  • Bagikan
F RTG.
DOK/RADAR MANDALIKA TERBANGUN: RTG yang sempat terbangun di Lobar.

LOBAR–Usulan bantuan untuk penanganan bencana yang ada di Lombok Barat (Lobar) selalu ditolak pemerintah pusat. Gegara belum tuntasnya pertanggungjawaban bantuan dana Rumah Tahan Gempa (RTG), menjadi penghambat bisa disetujuinya bantuan untuk bencana lain.

Dampaknya membuat penanganan sarana, prasarana dan infrastruktur yang rusak akibat bencana tak kunjung disetujui pusat.

Dikatakan Kabid Rehabilitasi Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar, Joko Marhaendriyanto, sejauh ini progres perbaikan data penerima RTG yang belum tuntas atau bermasalah mencapai 5.141 penerima. Jumlah data bermasalah ini berkurang dari sebelumnya sebanyak 7.000 penerima. “Sekarang data (bermasalah) menjadi 5.141 penerima,” sebut Joko.

Demi segera menyelesaikan perbaikan data 5.141 penerima ini, BPBD sudah memanggil  para fasilitator. Bahkan fasilitator pun semangat menyelesaikan data bermasalah ini. Terlebih gaji yang sempat tertunda sudah dibayarkan dan membuat mereka kembali bersemangat. BPBD menargetkan para fasilitator agar menyelesaikan data ini per tanggal 15 Januari. Selain pihak BPBD juga terus bergerak menyelesaikan data ini. “Sudah menyerahkan data 120 penerima diantaranya 5.141 penerima yang bermasalah untuk disinkronkan datanya oleh Dukcapil,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dari 5.141 penerima bermasalah paling banyak ada di Kecamatan Gunungsari mencapai 1.912 penerima. Karena masing-masing Kades membawa data ke Dukcapil. Sehingga ada beberapa Kades belum masuk datanya ke Pemda. “Sehingga ketika dicek dan konfirmasi oleh tim, ternyata datanya belum tuntas. Dulu datanya 4 ribu penerima, tapi terus berkurang,” imbuhnya.

Selain itu, pengajuan permohonan bantuan itu tanpa ditandatangani penerima sehingga dikembalikan. Akibatnya data penerima RTG ini berkutat pada angka 4 ribu, 5 ribu dan 6 ribu. Namun saat ini sudah bisa dipastikan data penerima bermasalah sudah valid.

Diakuinya akibat data penerima belum selesai, berpengaruh terhadap usulan bantuan penanganan dampak bencana di luar bantuan rumah dari Pemda ke pusat. Seperti penanganan infrastruktur dan sarana prasarana. “Ini pertanggungjawaban belum selesai, usulan-usulan kita di luar bantuan rumah. Seperti infrastruktur, kantor, SD, SMP, SMA, tempat ibadah. Dari sisi jalan, talud juga belum gara-gara itu (pertanggungjawaban RTG belum selesai). Karena setiap kami ajukan, mental (ditolak, red) salah satunya karena pertanggungjawaban RTG. Dikasih uang bantuan, tapi tidak menyelesaikan pertanggungjawaban, masak dikasih lagi oleh pusat, bahasa kasarnya begitu lah kira-kira,” pungkasnya.(win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *