Dari Reses, Anggota DPRD Loteng Tampung Aspirasi Masyarakat

img1620603214093

IST/RADARMANDALIKA.ID SAPA MASYARAKAT: Anggota DPRD Lombok Tengah, H Sidik saat menerima aspirasi masyarakat, pekan lalu. SERIUS: Anggota Dewan Lombok Tengah, Andi Mardan saat mendengar aspirasi masyarakat, pekan kemarin.

PRAYA – Anggota DPRD Lombok Tengah, H Sidik melakukan kegitan reses dengan menyerap aspirasi masyarakat melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Reses ini dilakukan di daerah pemilihannya Kecamatan Batukliang-Batukliang Utara.

Anggota DPRD Lombok Tengah, H Sidik kepada media mengatakan, reses pertama yang dilakukannya menemui KWT di Desa Selebung, Kecamatan Batukliang. Adapun aspirasinya terkait sarana dan prasarana, kemudian butuh pelatihan skill pembuatan olahan dan memperdalam pengetahuan.

“KWT minta supaya dibantu peralatan produksi pengolahan kripik tempe dan abon ikan, supaya lebih mudah dan memaksimalkan produksi,” ungkapnya, pekan lalu.

Sidik menerangkan, dasar difokuskan pada kripik tempe dan abon ikan diambil mengingat banyaknya potensi sumber daya yang melimpah yakni, ikan di kawasan Kecamatan Batukliang, dan bukan hanya dipasarkan mentah yang nilai jualnya biasa saja, namun juga di pasarkan dalam bentuk abon dengan harga jual lebih tinggi dan menambah omzet.

Kemudian kata Sidik, adapun keluhan lainnya di beberapa titik lainnya yakni ada pula yang masih membutuhkan rabat jalan, dan juga keluhan terkait air PDAM yang sering mati, mengingat wilayah ini sumber mata air. “Saya mulai reses tanggal 5 Mei kemarin, jadwal di tempat reses sudah dibuat, dan kami akan laksanakan di enam titik,” tutupnya.
Sementara itu, anggota DPRD Lombok Tengah lainnya Andi Mardan juga melakukan hal serupa. Ia turun ke masyarakat di Dapil-nya di Kecamatan Jonggat dan Pringgarata.

Pria yang juga ketua Komisi III DPRD Lombok Tengah ini mengatakan, politisi Demokrat ini bersama team mengemas dalam bentuk safari Ramadan dengan sebuah hastage #SambangGubuq untuk menyerap aspirasi masyarakat#.
Katanya, adapun beberapa permasalahan klasik di setiap reses yang selalu muncul seperti pembenahan infrastruktur, irigasi, kebutuhan air bersih maupun air untuk pertanian bahkan kelangkaan pupuk yang sedang melanda para petani yang menjadi topik perbincangan di setiap agenda pertemuan.

Terlepas dari kemudian minimnya lapangan pekerjaan, kemudian ditambah lagi banyaknya karyawan yang dirumahkan karena Covid-19. Menyikapi keluhan masyarakat tentu secara infrastruktur terus dikerjakan secara bertahap serta memperjuangkan yang belum tersentuh.

“Adapun kebutuhan air bersih melalui pengeboran sumur bor, mensupport Remaja dengan bantuan depot air isi ulang berbasis tempat ibadah yang sekiranya mampu di maksimalkan peran dan fungsi sehingga dapat meringankan dimasa sulit saat ini, ” kata Andi.

Hal yang tidak kalah penting juga yakni, pelatihan-pelatihan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa terampil dan mampu bersaing dalam mencari lapangan pekerjaan. Disamping itu, Andi mengimbau sekaligus membina untuk terus membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi maupun kearifan lokal yang berbasis banjar sebagai wadah simpan pinjam. Adapun dibidang pertanian dan peternakan dengan pemanfaatan pekarangan seperti beternak unggas dan hidroponik serta tanaman holticultura lainnya.

“Selain melakukan sinergi dengan pihak desa dan lainnya, saya juga bekerja struktural di Partai Demokrat dengan meneruskan aspirasi masyarakat ke DPRD NTB dan DPR RI agar percepatan keinginan masyarakat segera terwujud,” bebernya. (tim/*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tempat Salat Ied Diperbanyak

Read Next

Warga Sampaikan Kebutuhan Sumur Bor ke Dewan Bintang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *