Dari Cerita Siswa SDN 2 Cakranegara Mataram Meraih Prestasi

F Bok 1 scaled

RAZAK/RADAR MANDALIKA DARI KANAN: Kepala SDN 2 Cakranegara, Hj. Hadijah, Annida Aulial Adhim, Adyla Dwi Saputri, dan guru pendamping, Badriani Ulfa.

Adyla dan Annida Sabet Medali Olimpiade

Pandemi Covid-19 bukan menjadi hambatan untuk beprestasi. Hal ini dibuktikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Cakranegara, Kota Mataram. Di mana siswanya berhasil meraih perestasi membanggakan bagi sekolah dengan menyabet berbagai medali di olimpiade tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

RAZAK – MATARAM

SDN 2 Cakranegara Kota Mataram mengawali tahun 2021 dengan mendulang berbagai prestasi tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Bulan Januari-Maret, siswanya telah mengikuti sejumlah kompetisi secara virtual atau online, dan berhasil meraih prestasi membanggakan bagi sekolah dan daerah.
Diantaranya, Adyla Dwi Saputri, siswi kelas VB keluar sebagai juara III di Olimpiade Internasional Guangdong-Hongkong-Macao Greater Bay Are Mathematic Olympiad Heat Round 2020-2021. Kemudian tingkat nasional masing-masing juara III dengan menyabet medali perunggu dalam Emerald Mathematic Competition Online, juara II dalam Kuis Andima Mape Online (KAMO) 2021. Juara III di Olimpiade Matematika OMNAS 10 tingkat Provinsi NTB dengan menyabet medali perak.
Sedangkan, Annida Aulial Adhim, siswa kelas 2D juara I dengan menyabet medali emas dalam Olimpiade Science OMNAS 10 tingkat Provinsi NTB. Kemudian tingkat nasional juar III di Olimpiade Science Topaz Mathematic dan Science Competition 2021.
Pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Hal ini telah dibuktikan SDN 2 Cakranegara. Di mana siswanya berhasil mendulang berbagai perestasi. Pembinaan insentif kepada para siswa telah menghasilkan prestasi bagi sekolah.
Ditemuai Radar Mandalika di sekolah, Jumat (9/04), Adyla Dwi Saputri dan Annida Aulial Adhim, ditemani Kepala SDN 2 Cakranegara dan salah seorang guru pendamping, mengaku senang karena bisa meraih prestasi diberbagai olimpiade baik tingkat internasional, nasional maupun provinsi.
“Sangat senang soalnya bisa banggain orangtua, keluarga sama banggain sekolah,” kata Adyla dengan raut wajah sumringah.
Prestasi yang ia diraih berkat peran guru khususnya dari guru pendamping dalam membimbing, memberikan semangat, dan motivasi dalam mengikuti kompetisi. Selain itu, ia juga mendapat dukungan dari orangtua. “Persiapannya diajarin sama guru, bunda. Dicariin soal-soalnya. Terus disuruh selalu belajar,” ungkap Adyla.
Kesulitan yang ia alami dalam mengikuti olimpiade matematika tak begitu sulit. Pasalnya, Adyla merupakan salah satu siswa yang sering mewakili sekolah untuk mengikuti lomba baik tingkat provinsi, nasional bahkan internasional. Ia termasuk siswa spesialis lomba olimpiade matematika. “Secara mental juga siap karena sudah terbiasa mengikuti lomba,” kata dia.
Siswa kelahiran Mataram, 9 Januari 2010 ini telah menggondol lima medali olimpiade. Ke depan, Adyla berharap dan terus bertekat untuk bisa menyabet medali lebih banyak lagi di olimpiode-olimpiode berikutnya. “Biar bisa banggain orangtua. Terus mengharumkan nama sekolah,” cetus anak kedua dari tiga bersaudara itu.
Hal senada diungkapkan Annida Aulial Adhim. Siswa yang akrab disapa Annida ini, sejak kelas I sudah sering mewakili sekolah mengikuti olimpiade science baik tingkat nasional dan provinsi. Dia sudah beberapa kali meraih prestasi membanggakan dengan menyabet medali. “Senang bisa banggain sekolah dan orangtua,” kata dia bernada imut.
Siswi kelahiran Mataram, 20 April 2013 ini juga setidaknya sudah menyabet tiga medali. Ke depan, Annida juga bertekad akan terus meraih prestasi di berbagai kompetisi. Tentu tidak terlepas dari pelatihan atau pendampingan yang diberikan pihak sekokah dan dukungan dari orangtua.
“Belajar sama mama, papa, dan sama bu guru. Saya senang IPA karena gampang,” cetus dia.
Kepala SDN 2 Cakranegara, Hj. Hadijah mengatakan, sekolah memiliki program ekstrakulikuler bagi para siswa baik akademik maunpun non akademik. “Yang akademik contohnya adalah olimpiade. Ada olimpiade science, matematika, kemudian ada IPA, dan lainnya. Ada guru yang mendampingi,” ungkap dia.
Pihaknya tetap memberi semangat dan motivasi pada para siswa. Pandemi Covid-19 bukan hambatan untuk meraih prestasi. “Meskipun sekarang ini dalam kondisi pandemi Covid-19 tapi tidak mematahkan semangat siswa-siswa kami untuk belajar dan didampingi oleh teman-teman guru walaupun secara online,” jelas Hadijah.
Perempuan berjilbab ini mengungkapkan, pendampingan atau pembinaan kepada para siswa terus berjalan. Pembinaan secara insentif telah menghasilkan prestasi bagi sekolah. “Siswa kami bisa mengikuti lomba baik ditingkat provinsi, nasional bahkan ditingkat internasional. Tetap ada pembinaan dari guru kepada siswa,” kata Hadijah.
Dengan prestasi yang diraih siswa saat ini, membuat citra sekolah semakin baik dan hebat. Berbagai prestasi akan terus dipertahankan dengan memberikan pembinaan intensif para para siswa. “Kami merasa sangat bahagia dan bangga. Mudah-mudahan prestasi tidak akan melunturkan semangat siswa. Mereka harus tetap berprestasi ke depan,” ucap Hadijah.
Dia mengapresiasi para siswa yang telah membanggakan sekolah. Apresiasi juga diberikan kepada guru pendamping. Yang selalu sabar dan tidak kenal lelah dalam mengajari dan membina siswa. “Saya sangat apresiasi kepada teman-teman pendamping, pelatih, dan seluruh yang mendukung program kami,” kata Hadijah.
Selain itu, dia juga mengucapkan terimakasih kepada para orangtua atau wali siswa yang tetap mendukung program sekolah. Untuk itu, Hadijah meminta para orangtua atau wali siswa untuk tidak ragu menyerahkan anak ke SDN 2 Cakranegara. “Kami berusaha memberikan pelayanan prima terhadap orangtua/wali siswa, anak-anak di SDN 2 Cakranegara,” tandas dia.
Sementara salah seorang guru pendamping, Badriani Ulfa mengatakan, dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan prestasi, pembinaan intensif kepada para siswa akan terus dilakukan. Sekolah telah membuat grup olimpiade mulai dari kelas I sampai kelas VI.
“Masing-masing ada pembinanya. Satu pembina untuk olimpiade matematika. Satu pembina untuk olimpiade bahasa Inggris. Satu pembina untuk olimpiade science,” ungkap dia.
Bahkan sebelum pandemi, tambah dia, pihaknya sekolah memanggil dosen khusus untuk mengajarkan olimpiade kepada para siswa. “Untuk sekarang (masa pandemi Covid-19), yang bisa kami lakukan misalnya menginformasikan jika ada lomba. Setelah ada lomba, buku-buku olimpiade banyak sekali di sekolah. Itu bisa kami pinjamkan ke siswa. Kemudian materi berupa pdf dan lain-lain bisa kami share (bagikan),” ungkap dia.
Pandemi Covid-19 bukan menjadi penghalang untuk memberikan pembinaan kepapa para siswa. Contoh-contoh soal berbagai olimpiade baik olimpiade bahasa Inggris, matematika, dan science tetap diberikan secara online. “Tahun 2021 ini memang kami mulai olimpiade bulan Januari,” tutur dia.
Di berbagai olimpiade tutur dia, SDN 2 Cakranegara selalu mengutus siswa-siswa yang memang sudah siap untuk mengikuti kompetisi baik ditingkat provinsi, nasional bahkan internasional. “Ada yang khusus siswa yang kita bina untuk olimpiade, yang sudah siap. Namun tidak menutup kemungkinan juga ada siswa-siswa yang lain mau mengikuti. Jadi, siapa saja bisa,” terang dia. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ponpes Al-Bukhari Doakan Keselamatan Korban Bencana Alam

Read Next

Siswa MTsN 2 Loteng Juara Nasional

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *