DOK / RADAR MANDALIKA Rio Wibawanto

LOTIM – Tiga destinasi wisata alam air terjun telah ditutup Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Yakni air terjun Jeruk Manis Kecamatan Sikur, air terjun Mayung Polak Desa Timbanuh Kecamatan Pringgasela, dan air terjun Mangku Sakti Desa Sajang Kecamatan Sembalun Lotim. Kendati dilakukan penutupan sementara sejak 8 Oktober hingga 31 Maret 2023 mendatang, selalu saja ada masyarakat datang berwisata ketiga air terjun tersebut.

“Setiap harinya ada saja warga yang datang, tapi disuruh kembali oleh personel yang melakukan pantauan,” kata Rio Wibawanto, Kepala Seksi (Kasi) TNGR Wilayah Dua Lotim, via ponselnya, kemarin.

Dijelaskan, penutupan sementara sampai batas waktu tidak ditentukan karena kondisi cuaca ekstrem. Sesuai nomor PG.34/T.39/TU/KSA/10/2022 dikeluarkan Balai TNGR dan surat nomor 360/240/BPBD/2022 yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim tertanggal (6/10) lalu.

Menurutnya, di bawah memang tidak terlihat hujan, akan tetapi di atas hujan lebat. Dasar itu, penutupan dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem. Jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan, terutama menghindari korban jiwa seperti kasus yang pernah terjadi beberapa tahun lalu di air terjun Jeruk Manis. Sebab destinasi air terjun tersebut berhubungan langsung dengan aliran sungai.

“Air tidak dapat diprediksi, tidak bisa tertampung di atas karena terhadang kayu sampah dan sebagainya, sehingga begitu air turun seperti bah. Tentu itu akan membahayakan pengunjung,” tegasnya. 

Kaitan dengan destinasi wisata Otak Kokok Joben, belum diketahui apakah akan ada penutupan sementara atau tidak. Setelah air besar menghantam Joben kendati tidak menimbulkan kerugian materil. Karena memang, pengelolaan Joben dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim dan Balai TNGR. 

“Nanti kita lihat apakah dilakukan penutupan atau tidak,” tandasnya. 

Sementara itu untuk pendakian Gunung Rinjani atau bukit lainnya yang dikelola TNGR, sejauh ini belum dilakukan penutupan. Namun setiap pintu atau pun pos pendakian, para pendaki tetap diingatkan petugas agar tetap berhati-hati. 

“Update kondisi cuaca selalu kami lakukan, dengan berkoordinasi bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” pungkasnya. (fa’i/r3)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 368

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *