Bupati Lobar: Saya Sudah Ketemu Airlangga

F FAUZANPOLITIK scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA H Fauzan Khalid

LOBAR—Perebutan kursi ketua DPD Golkar NTB makin memanas. Sederet nama santer dikabarkan berebut kursi panas itu. Sebut saja nama Wali Kota Mataram Ahyar Abduh dan Bupati Lombok Tengah (Loteng) H Suhaili. Bahkan kedua pejabat itu sudah sempat bertemu dengab ketua umum (Ketum) Golkar, Airlangga Hartanto.

Rupanya selain kedua nama itu, nama Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid juga masuk di bursa calon ketua DPD Golkar NTB itu. Fauzan disebut memiliki peluang lantaran masih menjabat sebagai Bupati Lobar hingga tahun 2024 mendatang. Karena melihat pengalaman sebelumnya, Golkar NTB selalu dipimpin oleh kepala daerah atau Ketua DPRD NTB.

Seperti H Lalu Mesir Suryadi yang dulu menjadi Ketua DPRD NTB, kemudian H Lalu Serinata yang merupakan Gubernur NTB, H Zaini Arony Bupati Lobar. Serta saat ini Golkar NTB dipimpin H Suhaili FT yang aktif sebagai Bupati Lombok Tengah.

Terkait namanya yang masuk bursa pemilihan ketua DPD Golkar NTB, Bupati Lobar H Fauzan Khalid belum mau sesumbar menangapinya. Karena ia menilai semua kandidat yang bermunculan memiliki peluang yang sama. Terlebih beberapa nama itu kader senior Golkar. “Semua berpeluang, Sukiman Azmi Bupati Lotim juga, politisi senior lainnya juga,” ungkapnya, kemarin.

Ia mengaku sejauh ini tidak aktif dalam upaya merebut kursi ketua DPD Golkar itu. Namun ia tak membantah memang pernah bertemu dengan ketua umum Golkar, Airlangga Hartanto. Saat itu, ia dihubungi Wakil Ketua Umum Golkar Ahmas Doli Kurnia Tandjung. Serta diajak bertemu pada 8 Juli lalu di Jakarta. “Dulu pernah bertemu dengan Bang Solo Waketum, Pak Ketum (Erlangga Hartanto), Bendahara Umum dan Ibu Sari (Anggota DPR RI Dapil NTB). Kita bertemu di ruangan khusus dan diterima Sabtu sore,” bebernya.

Fauzan nampaknya masih menunggu adanya diskresi dari Golkar, baru siap mengikuti perebutan kursi itu. Maklum saja, Fauzan bukan merupakan kader Golkar.Fauzan mengibaratkan bahwa kesiapan itu seperti orang salat dan diskresi itu ibarat wudhu. “Untuk salat itu, perlu wudhu dulu. Begitu juga untuk itu (pimpin Golkar NTB), diskresi dulu baru kita menyatakan kesiapan,” pungkasnya.(win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Honda Berbagi Tips Cara Pengereman dan Kontrol Gas yang Baik

Read Next

Sudah Terapkan PCBL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *