Bukan Main, Untuk Perbaikan Butuh 3 Miliar

F RUSAK

CEK KONDISI: Kepala Dishub Lotim bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, serta Kepala UPP Pelabuhan Labuhan Haji mengecek kondisi salah satu border yang rusak parah, kemarin.

LOTIM – Border atau tempat mengikat tali kapal dan pendor atau beton yang ditempelkan karet tempat kapal sandar, di Dermaga Pelabuhan Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim) rusak. Dibutuhkan anggaran 3 miliar untuk perbaikan.

 Menurut pihak Dinas Perhubungan (Dishub), kerusakan terjadi sejak awal 2019 lalu. Hal itu diungkapkan Kepala Dishub Lotim, Purnama Hadi pada Radar Mandalika via ponselnya, Kamis kemarin.

“Border dan pendor itu rusak sejak tahun lalu karena benturan kapal. Benturan terjadi, sebab pengaruh ombak tinggi dan besar di kolam labuh,” bebernya.

Dia menjelaskan, kerasnya air masuk atau break water dalam kolam labuh, mengakibatkan kapal yang bersandar terombang ambing berbenturan dan terjadi gesekan dengan pendor. Sehingga pendor tersebut tidak bertahan lama. Dampak lainnya, border menjadi cepat rusak.

Kendati demikian, dia menilai jika kerusakan pendor dan border tidak terlalu parah. Dengan kondisi sekarang, pendor maupun border itu masih tetap bisa dipakai sebagai tempat kapal bersandar. Namun harus cepat diperbaiki. Jangan menunggu pendor dan border itu rusak parah dulu baru dilakukan perbaikan.

 “Kami langsung membuat proposal untuk dibawa ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Sebab, ada lampu hijau dari Bappenas. Bupati kita juga sudah melakukan pengecekan kondisi dermaga itu,” ceritanya.

“Paling lambat, minggu depan proposal itu harus sudah kita bawa ke Bappenas,” sambung mantan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalakhar BPBD) Lotim ini.

Kondisi pendor dan border di bagian atas dikeluhkan para nahkoda kapal yang melakukan bongkar muat barang dalam kolam labuh ketika air laut mengalami surut. Sehingga, direncanakan melakukan penambahan pendor di bawah, sebagai bentuk antisipasi ketika air surut.

“Soal berapa biaya akan kita habiskan belum kami tahu. Perkiraan kasar akan butuh biaya sekitar Rp 3 miliar, karena masalahnya cukup panjang. Segera kami panggil konsultan teknis untuk membuat Detail Engineering Design (DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Angkut BBM, Mobil Pikap Ludes Terbakar

Read Next

Bisnis Travel Gigit Jari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *