BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi Meningkat Tahun 2021

F Kepala BI NTB scaled

DOK/ RADAR MANDALIKA Heru Saptaji

MATARAM – Kabar gembira dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, BI terlihat optimis tahun 2021 pertumbuhann ekonomi bisa terjadi sampai 4,2 persen.

Kepala BI Perwakilan NTB, Heru Saptaji menyampaikan dimensi kesehatan dalam kerangka pengendalian Covid-19 merupakan daya dukung pemulihan ekonomi NTB. Perkembangan kasus Covid-19 di NTB, dimana data per Mei 2021 menunjukkan tidak ada lagi zona merah di wilayah NTB. Saat ini, program vaksinasi telah terealisasi 94,8% dari total alokasi vaksin, namun masih terdapat beberapa tantangan, antara lain fatality rate NTB yang masih cukup tinggi dibandingkan nasional dan alokasi vaksin. Lebih lanjut, disampaikan bahwa perekonomian NTB mencatat adanya perbaikan dari -3,03% (yoy) pada triwulan IV-2020 menjadi -1,13% (yoy) pada triwulan I-2021. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan berikutnya dan diproyeksikan pada akhir tahun 2021 akan tumbuh di kisaran 3,8 – 4,2% (yoy).

“Aktivitas ekonomi triwulan II-2021 mulai menunjukkan adanya perbaikan, tercermin dari indikator hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) dan Survei Konsumen (SK). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pun meningkat dari 89,58 pada triwulan I-2021 menjadi 96,04 di triwulan II-2021 (s.d Mei 2021),” terang Heru saat memimpin Diseminasi Laporan perekonomian Provinsi NTB di Mataram kemarin.

Pembukaan sektor produktif-aman merupakan salah satu strategi pemulihan ekonomi NTB yang ditempuh melalui penguatan UMKM sejalan dengan pengendalian inflasi dalam konteks menjaga daya beli masyarakat maupun penguatan ekonomi lokal termasuk industrialisasi serta mendorong ekspor produk unggulan daerah.
Pada sektor pariwisata, kinerja pada triwulan II-2021 diprakirakan akan mengalami perbaikan dibandingkan triwulan sebelumnya, meski masih belum pulih sepenuhnya ke level pra-Covid-19.

“Hal tersebut utamanya tercermin dari indikator penumpang pesawat serta mobilitas masyarakat (retail & recreation dan parks) yang mengindikasikan adanya trend peningkatan. Per triwulan II-2021 (sampai dengan 23 Mei 2021) penumpang pesawat di Bandara Internasional Lombok berjumlah 147.116 penumpang atau tumbuh 269.75% dibandingkan dengan triwulan II-2020,” terangnya.

Heru mengatakan, untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata, maka strategi untuk menarik kedatangan wisatawan ke NTB merupakan prasyarat. Oleh sebab itu, pelaksanaan program promosi destinasi wisata yang sejalan dengan pengendalian Covid-19 merupakan upaya strategis yang sejalan dengan tujuan tersebut.

Sejalan dengan dengan BI, BPS pun melihat ekonomi NTB mengalami tren perbaikan dan salah satu sektor utama yang memberikan kontribusi di luar pertambangan adalah pertanian. Lebih lanjut, dari sisi konsumsi juga menunjukkan konsumsi belanja pemerintah pada triwulan I-2021 tercatat sebesar -4,85% (yoy) dan konsumsi rumah tangga sebesar -3,48% (yoy). Perbaikan dari sisi konsumsi masih diperlukan untuk lebih mendorong dan meningkatkan baik konsumsi masyarakat maupun pemerintah yang merupakan contributor penting dalam menggerakkan roda perekonomian dalam masa pandemi Covid-19.

Sektor perbankan memiliki fokus yang sama untuk membiayai UMKM dan kredit usaha rakyat. Perbankan melihat potensi besar pada pembiayaan pertanian dan peternakan, sehingga terfokus pada korporatisasi pertanian. Di sisi lain, dalam menghadapi kondisi Pandemi Covid-19, perbankan melakukan upaya restrukturisasi pembiayaan UMKM dan menawarkan pembiayaan super mikro senilai Rp5-10juta dengan bunga yang rendah.

Sementara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan, Farid Faletehan menilai bahwa potensi kredit di NTB tergolong baik, dimana terdapat penurunan NPL menjadi 1,29, lebih rendah dibandingkan nasional. Pembiayaan pada sektor pertanian perlu mendapat perhatian lebih, mengingat terdapat banyak petani yang tidak berani untuk mengambil pembiayaan dari lembaga keuangan.

“Salah satu upaya OJK dalam memberikan dukungan pada sektor pertanian/peternakan melalui pengembangan komunitas peternak dengan menggunakan subsidi bunga dan bekerjasama dengan Bank Himbara sehingga terbentuk ekosistem yang baik,” katanya.

Sementara itu bagi ITDC sendiri sirkuit Mandalika akan digunakan untuk World Superbike yang direncanakan pada tanggal 12-14 November 2021. Selain itu, Bazar Mandalika sedang berada pada tahap 1 yaitu pemasangan beberapa infrastruktur pendukung sebagai pusat UMKM di Mandalika.

Dari sisi ketersediaan akomodasi, terdapat 1.250 kamar yang tersedia di wilayah sekitar Kuta Mandalika, sehingga KEK Mandalika siap untuk menjadi host dalam pagelaran besar Indonesia di tahun 2021 dan 2022. Hal senada disampaikan Angkasa Pura, bahwa siap bekerjasama untuk mempromosikan event tersebut dan kesiapan infrastruktur bandara sebagai pintu kedatangan wisatawan yang akan menyaksikan event internasional tersebut.

Sementara itu, secara umum kinerja ekspor umumnya meningkat termasuk di sektor perikanan pun meningkat, ujar Bea Cukai. Pengiriman produk perikanan banyak dilakukan melalui udara dan kedepan diharapkan NTB akan memiliki pelabuhan yang dapat langsung mengirimkan produk ke luar negeri.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Fathurrahman, tercatat ekspor senilai USD1,2juta per bulan selama tahun 2021. Adapun tantangan yang dialami adalah kapasitas yang masih terbatas untuk memenuhi permintaan pasar cukup tinggi.

Untuk itulah, komitmen pada kolaborasi dan sinergi antar instansi dan lembaga perlu dijaga dan ditingkatkan yang diimplementasi dalam aksi nyata dan optimisme menuju NTB Gemilang. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Polisi Kerangkeng Pembobol ATM dan Brankas

Read Next

Amir Ali Gugur, Ikhsan Ngaku Siap jadi Kuda Hitam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *