Berbekal Youtube, Wisata Melon Omzet Jutaan

IMG 20201025 WA0054

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID Kepala Desa Kateng di danpingi Kepala Dusun Selao

LOTENG – Pemerintah Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat mendukung penuh objek wisata buah melon.

Wisata petik melon mulai mencuat terutama di kalangan netizen. Hanya berbekal sosial media facebook dan dengan youtube sebagai panduan para petani melon di Desa Kateng ternyata mampu meraup omzet belasan juta. Bagaimana tidak, wisata yang hanya ada di Desa Kateng yang menjadi inisiator wisata melon petik sendiri.

Petani melon, Andi menjelaskan, dimana pihaknya yang baru pertama kali menanam melon mengaku hanya bermodalkan youtube sebagai panduan ternyata mendapatkan hasil yang berlimpah ruah.

Perbandingan yang diberikan yakni dalam 20 gram bibit melon setara dengan 60 gram bibit semangka. Dimana dalam estimasi hasil yang sangat menggiurkan dan menguntungkan bagi petani.

“Memang sedikit kita tanam melon ini tapi hasilnya setara dengan menanam semangka tiga kali lipat, meskipun perawatanya yang berbeda, jelas lebih telaten dalam budidaya melon,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengaku dalam menanam 20 gram bibit melon di lahan seluas 16 are dapat menghasilkan 3 ton buah melon dengan estimasi harga mencapai 20 juta dengan modal sekitar 6 juta rupiah.

Seorang pengunjung, Nursani asal Praya yang berbekal informasi melalui media sosial facebook mengaku tidak kecewa mendatangi wisata melon di Desa Kateng. dimana pihaknya setelah mencicipi rasa buah melon golden jenis apolo meiliki cita rasa yang manis, Segar, renyah, relatif murah dan bisa petik sendiri.

“Saya sangat senang dengan keberadaan wisata ini, dan sangat cocok sebagai wisata keluarga, nih saya beli 30 kilogram,” ungkapnya.

Sementara Kepala Desa Kateng, L Syarifudin mengatakan dimana pihaknya mendukung penuh wisata yang digaungkan saat ini. Dimana dengan membuka usaha tani maka akan memberikan spirit berinovasi dan tidak takut dalam mencoba hal baru terutama dalam bercocok tanam melawan arus.

Pihaknya menambahkan dimana hasil pertanian  melon ini sudah mampu di kirim ke luar daerah seperti pulau Bali dan Pulau Jawa.  Mengingat cita rasa yang di hasilkan di tanah wilayahnya berbeda dengan wilayah lain, dimana dengan konstruksi kadar tanah yang kering, tanah liat, didukung dengan kondisi cuaca panas memaksimalkan cita rasa manis dan gurih yang ada pada melon.

“Ini merupakan program pembinaan desa dan dialokasika  dana pembinaan, dan ini merupakan maksimalisasi jalan usaha tani dalam mempermudah pendistribusian hasil panen,” jelasnya.

Awalnya 2015 masyarakat sudah ada yang memulai usaha melon dan pada 2017 mulai di anggarkan pemberdayaan melalui dana desa. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Curi Sepeda, Jayadi Ditangkap

Read Next

Ini Pesan Wagub di RSUD dr. Soedjono Selong

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *