Barang Bukti Narkoba Senilai 1 Miliar Dimusnahkan

F BB Narkoba

HUMAS BNNP FOR RADAR MANDALIKA MEMUSNAHKAN: Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra saat memusnahkan BB jenis sabu dan ekstasi senilai Rp 1 miliar, Selasa kemarin di Mataram.

MATARAM – Kinerja Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) NTB patut diacungi jempol. Selasa kemarin, BNNP memusnahkan barang bukti (BB) narkotika jenis sabu dan ekstasi senilai hampir Rp 1 miliar.

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, BB yang dimusnahkan tersebut jenis sabu seberat 368,67 gram dan ekstasi sebanyak 469 butir.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini dari tiga kasus narkotika yang sedang di tangani oleh penyidik BNNP NTB,” ungkapnya kepada media.

Sugianyar mengatakan, pemusnahan dilakukan pada BB kasus tanggal 6 Maret 2020 sekitar pukul 15.00 wita. Kasus ini merupakan hasil kerjasama antara Bea Cukai Mataram, AVSEC Angkara Pura I BIL dan BNNP dalam operasi bersinar di BIL dengan tersangka Irwan, 37 tahun asal Bireun Aceh dan DI 41, tahun warga Pancor Lombok Timur NTB, barang bukti sabu berat bruto 135,77 gram.

Demikian juga untuk kasus yang kedua yang merupakan hasil kerjasama antara BEA Cukai Mataran, AVSEC Angkasa Pura I BIL dan BBNP NTB yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2020 pukul 15.00 wita dengan tersangka Zaenal W, 22 tahun warga Madura, Jatim dari tangannya BB yang dibawa dari Batam tersebut berat bruto keseluruhan 41,76 gram.

“Sedangkan kasus ketiga yang hari ini BB-nya dimusnahkan yaitu, terjadi pada 10 April 2020 sekitar 08.30 wita disebuah jasa ekspedisi di Cakranegara Kota Mataram dengan tersangka Saleh, 27 tahun warga Dasan Agung Mataram, dimana tersangka bertindak sebagai penjemput barang di kantor ekspedisi antar kabupaten Kota di NTB dan diberi upah Rp 400 ribu,” ceritanya.

Dilanjutkan, dari tangannya diamankan BB dengan berat bruto keseluruhan 200,48 gram. Kepala BNNP menambahkan, pemusnahan BB disaksikan langsung pihak Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Bea Cukai Mataram, Polres Mataram, BBPOM Mataram serta para tersangka yang didampingi oleh penasehat hukumnya.

Katanya, BB dimusnahkan dengan cara diblender kemudian dilarutkan ke dalam air yang sudah dicampur dengan oil dan minyak tanah, kemudian dibuang.

BNNP melalui Bidang Pemberantasan juga menyampaikan  pihaknya berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran gelap Narkotika jenis Sabu di NTB pada Kamis (6/5) lalu sekitar pukul 15.00 Wita di salah satu Kantor Ekspedisi, Kota Mataram.

Pelaku berinisial KAA, 36 tahun warga Ampenan yang bekerja sebagai tukang parkir dan rekannya H, 34 tahun diketahui sebagai nelayan itu diringkus beserta barang bukti Narkotika berjumlah 1 bungkus plastik bening yang diduga Narkotika golongan I jenis sabu dengan berat bruto sekitar 91,14 gram.

Tak hanya itu, pihak BNN juga berhasil mengamankan 2 unit HP merek NOKIA warna hitam dan SAMSUNG warna merah serta 1 unit sepeda motor merek Suzuki Shogun berwarna Biru No. Pol. DR 3062 DF.

Sugianyar menceritakan kronologi penangkapan, dimana pada Kamis (6/5) lalu, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 14.00 Wita, bertempat di salah satu kantor ekspedisi di Kota Mataram, petugas berhasil mengamankan dua orang berinisial KAA dan H yang mengambil paket kiriman dari Batam.

Paket itu disamarkan dalam kemasan yang berisi handuk basah dan pakaian (celana jenas) sebagaimana yang tercatat dalam resi pengiriman, dan setelah dilakukan penggeledahan serta pemeriksaan terhadap paketan tersebut, ditemukan 1 bungkus plastik bening berisi narkotika jenis shabu.

“Setelah diintrogasi, KAA menggunakan alamat rekannya yang berinisial H sebagai alamat pengiriman paket, selanjutnya setibanya kedua tersangka di kantor ekspedisi sekira pukul 15.00 wita, KAA bertugas mengambil paket di dalam kantor dengan menggunakan identitas H,” jelasnya.

Selanjut, H bertugas untuk berjaga diluar kantor untuk melihat situasi. Pelaku melanggar pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) atau pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman pidana Hukuman mati, pidana penjara seumur hidup, maksimal 20 tahun penjara dan minimal 5 tahun penjara dengan denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

“Saat ini pelaku dan dan barang bukti berada di kantor BNN Provinsi NTB, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

 Sugianyar juga mengungkapkan, apabila diuangkan barang bukti Shabu tersebut senilai sekitar Rp 150 Juta dan apabila diasumsikan 1 gram sabu dikonsumsi oleh 12 orang (penyalahguna coba pakai), maka dengan pengungkapan tersebut, setidaknya BNNP NTB telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 1080 anak bangsa di NTB dari penyalahgunaan narkoba.

“Walaupun saat ini kita semua konsentrasi untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, BNN dan Jajaran akan tetap melakukan pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika, terbukti para bandar memanfaatkan situasi ini dengan melakukan transaksi narkoba, kesempatan ini juga saya mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengawasai penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotiika di lingkungan masing-masing,” pungkasnya. (jho/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Minta Pelaksanaan JPS Gemilang Harus Lebih Baik

Read Next

Jamaah Salat Tarawih di Mataram Diperiksa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *