Banyak Orang Antre jadi Kader PKB

f Habibul Umam Taqiuddin

IST/RADARMANDALIKA.ID Habibul Umam Taqiuddin

MATARAM – Polemik hasil musyawarah wilayah (Muswil) DPW PKB NTB yang memutuskan L. Hardian Irfani sebagai ketua masih berpolemik. Kendati ini diputuskan Ketum DPP PKB, Muhaimin Iskandar.

Setelah munculnya statement sejumlah pengurus Banom PKB, khusus untuk kaum perempuan. Langsung ditanggapi Habibul Umam Taqiuddin, SH, MH, selaku Wakil Sekretaris DPW PKB NTB.

“Biasa, yang jelas masih banyak yang antri mau daftar jadi kader PKB, ini saja kami sampai kewalahan menerima WA yang isinya permintaan, karena banyak yang ingin bergabung dengan kami,” ungkapnya, Rabu kemarin.

Menurut Gus Habib sapaan akrabnya, kalau sudah mengundurkan diri kenapa musti mengajak kader, karena dilihat dari legal standingnya yang bukan lagi bagian dari PKB, karena sudah mengundurkan diri pasca Muswil kemarin.

“Ya kalau sudah mengundurkan diri, kenapa mesti mengajak seluruh kader,” sentilnya.

Gus Habis menanyakan dengan nada tinggi menanggapi statemen Endang Supiana yang menyatakan, “Kami akan mengajak seluruh kader dan simpatisan perempuan bangsa untuk mundur dan tidak bergerak lagi di bawah atas nama sayap Partai Pimpinan Gus Ami ini,”.

“Kalau merasa diri kader ideologis, ya taat dong sama keputusan DPP. Sami’na wa atho’na. Mekanisme penyusunan pengurus DPW PKB NTB ini sesuai dengan ketentuan Pasal 44 ayat 1, 2, dan 3 aturan dasar partai, dengan demikian keputusan DPP benar berdasarkan hukum. Jadi sebelum berstatemen mari kita sama-sama membuka dan menyimak aturan dasar dan aturan rumah tangga partai hasil Muktamar PKB tahun 2019 di Bali. Jadi jangan asal bunyi,” tegas Gus Habib

Diketahui pengunduran diri Ketua DPW Gerbang Tani NTB, yang disusul dengan pengunduran diri sejumlah pengurus harian Perempuan Bangsa NTB.

Habibul Umam menjelaskan, bahwa di dalam anggaran dasar partai tidak ada ketentuan yang menyatakan bahwa Banom punya hak untuk memberikan pertimbangan kepada DPP, mengenai penyusunan pengurus.

“Kalau dilihat Pasal 44 ayat 1, 2, dan 3 anggaran dasar partai, kepengurusan DPW itu melalui tahapan penjaringan dari DPC, selanjutnya DPP akan memilih dan menetapkan  pengurus DPW,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Perempuan Bangsa, Kartini Irwani saat dikonfirmasi mengaku sama sekali tidak mengetahui, akan adanya pertemuan sejumlah pengurus harian dan kader perempuan bangsa di Hotel Golden Palace.

“Tindakan pengurus yang mengadakan pertemuan tanpa sepengehuan saya selaku ketua Perempuan Bangsa tidak mencerminkan etika berorganisasi,” tegasnya.

“Saya pikir malah baik kalau mereka mengundurkan diri, tinggal kita tunggu surat pengunduran dirinya. Jangan hanya menyatakan di koran tapi tidak ada kenyataaannya,” tegasnya lagi.

Irwani mengatakan, dirinya tidak perlu repot-repot cari alasan untuk memberhentikannya. Mereka hanya kecewa karena mereka tidak lagi duduk di dalam kepengurusan DPW yang merupakan keputusan mutlak DPP,  dan juga tidak apa-apa mereka mundur  masih banyak kader-kader Perempuan Bangsa yang mau untuk bergabung di perempuan bangsa.

“Kita tidak bisa memaksa orang,” katanya.(rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Mengenal Muhammad Humaidi, Guru Muda di Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah

Read Next

Selamat, Nabhani Kembali Nahkodai Muay Thai Loteng

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *