Bantu Aksi Begal, Satria Diborgol

F BEKUK

IST / RADAR MANDALIKA BEKUK : Satria, penyedia parang pelaku begal sadis, sekaligus penerima hasil kejahatan ketiga kawanan begal yang saat ini mendekam dibalik jeruji besi Polres Lotim.

LOTIM – Beberapa hari lalu, Resmob Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim), bersama Polsek Keruak dan Polsek Jerowaru, meringkus tiga pelaku begal sadis. Kejadiannya di jalan Dusun Batu Tambun Desa Senyiur Kecamatan Keruak Lotim. Ketiga begal ini beraksi, tidak lepas dari andil satu pelaku yang dibekuk Resmob dinihari kemarin.

Pelaku tersebut, inisial SS alias Satria, 25 tahun asal Dusun Semprong Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru Lotim. Satria berperan menyiapkan ketiga pelaku senjata tajam (sajam) berupa parang. Sepeda motor hasil kawanan begal ini, juga diserahkan pada Satria, sekaligus bertugas menjual motor hasil pembegalan itu.

Satria dibekuk Resmob tanpa perlawanan di rumahnya. Hal itu merupakan hasil pengakuan dari ketiga pelaku yang digulung, dan masing-masing mendapat hadiah peluru yang bersarang di betisnya.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama SE SIK, mengatakan, Satria berperan menyiapkan dua buah parang untuk ketiga pelaku. Begitu tiga rekannya yang saat ini telah mendekam di balik jeruji besi berhasil membegal warga, motor hasil kejahatan itu diserahkan padanya.

Setelah menjual motor korban lanjut Yogi, Satria juga mendapat jatah dari hasil penjualan itu, sebesar Rp 200 ribu. Saat dilakukan penangkapan Satria, parang yang digunakan pelaku menebas korban dalam aksi pembegalan itu, disimpan Satria di kandang ayam miliknya. Sedangkan uang tunai Rp 200 ribu hasil pembagian penjualan motor korban, belum dipakainya.

Sehingga sambung Yogi, dari tangan Satria diamankan sebilah parang dan uang tunai Rp 200 ribu, yang disimpannya dalam saku celana. Satria bersama barang buktinya, digiring ke Mapolres Lotim, untuk dilakukan pengembangan. “Selain mengamankan empat pelaku, barang bukti kami amankan 1 unit sepeda motor Beat digunakan beraksi, satu dompet korban, sebilah parang dan uang tunai hasil penjualan Rp 200 ribu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Yogi mengimbau masyarakat tetap waspada, agar terhindar dari aksi kawanan pelaku kejahatan 3C. Pengendara juga diimbaunya untuk tetap waspada, tidak menaruh barang berharga dikantong motor, yang dapat memicu aksi kejahatan. “Perlu diingat, bahwa keamanan bukan tanggungjawab aparat saja, melainkan juga tanggungjawab bersama masyarakat,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

ASN dan PTT Mulai Kerja di Rumah

Read Next

Pembangunan Sirkuit MotoGP Jalan Terus

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *