Terjaring OTT, Kadus Awang Asem Dibui

f polres 2

JAYADI/RADAR MANDALIKA KONPRENSI PERS: Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Priyo Suhartono melakukan jumpa pers terkait operasi tangkap tangan (OTT), kemarin.

PRAYA—Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kadus Awang Asem, Desa Mertak, Kecamatan Pujut inisial S memasuki babak baru. Pasalnya, polisi telah menetapkan oknum kadus sebagai tersangka yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) dalam pembuatan sertifikat yang merupakan program kementerian tahun 2016.

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Priyo Suhartono menyatakan, pihaknya sudah melakukan penetapan tersangka dan melakukan penahanan pada kadus yang terjaring OTT atas kasus pungli dalam pembuatan sertifikat yang merupakan program sehat nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

“Kami sudah tetapkan tersangka dan sudah melakukan penahanan,” kata Kasat saat jumpa pers, kemarin.

Priyo menegaskan, pihaknya melakukan OTT terhadap kadus ini pada hari Rabu (18/03) sekitar pukul 17.00 Wita. Dimana pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat akan terjadi transaksi penyerahan uang sertifikat program pemerintah Sehat Nelayan di rumah kadus tersebut.  Kemudian, pihaknya langsung bergerak melakukan penyelidikan TKP. Hasilnya, memang benar terjadi transaksi penyerahan sertifikat dengan tebusan uang sebanyak Rp 6 juta agar sertifikat ini bisa keluar.  Sehingga, pihaknya langsung melakukan penangkapan pada pelaku dan mengamankannya ke Polres Loteng.

“Tersangka ini telah menyalahgunakan kewenangan. Dimana dia meminta uang terhadap masyarakat dengan dalil untuk menebus sertifikat agar bisa keluar.  Padahal, sertifikat tersebut telah jadi sejak tahun 2016,” katanya, kemarin.

Selain itu, dalam OTT  yang dilakukan tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti hanphone oknum Kadus yang berisi percakapan oknum kadus ini melakukan tawar menawar kepada korban, uang sebanyak Rp 6 juta dan satu buah sertifikat.

“Semua BB sudah kami amankan untuk menjadi bukti kita nantinya,” ungkapnya.

Ia menyatakan, jumlah warga mendapatkan program sertifikat pada tahun 2016 dari Kementerian itu sebanyak 35 orang. Setelah pembuatan sertifikatnya  selesai, oknum kadus ini meminta uang untuk dilakukan penebusan sertifikat tersebut. Nominal uang tebusan berbeda —beda tergantung dari luas tanah.

“Tapi kita belum bisa membuktikan ke arah sana. Kita masih melakukan pengembangan dalam kasus ini,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, dalam pengembangan kasus ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan pada saksi sejumlah 6 orang. Dimana semua saksi merupakan warga setempat. Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak dinas terkait, untuk juklak juknis dalam pembuatan sertifikat ini.

 “Intinya kasus ini masih akan ada pengembangan. Kalau ada perkembangan pastinya kami akan beritahu,” cetusnya.

Dengan perbuatan tersangka ini akan dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 hurup e sub pasal 12 hurup a lebih sub pasal 11 undang —undang no 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang —undang no 20 tahun 2021 tentang perubahan undang —undang no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan pidana korupsi dengan ancaman pidana paling singkat sebanyak empat tahun kurungan penjara.  (jay)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Wagub Ingatkan Pejabat Kompak Atasi Penyebaran Korona

Read Next

Gubernur Hadiri Simakrama, Ingatkan Pentingnya Social Distancing

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *