Awas Longsor! Pengendara Waspada

F BERSIHKAN

IST / RADAR MANDALIKA BERSIHKAN : Tim gabungan Koramil, Polsek Sembalun dihantu TRC BPBD dan masyarakat, saat membersihkan material longsor terjadi ahad malam (16/2) lalu.

LOTIM – Beberapa pekan terakhir, jalur wisata Pusuk Sembalun Lombok Timur (Lotim), tepatnya tebing sepanjang 3 kilometer di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun, kerap longsor. Sepanjang jalur itu, juga rawan pohon tumbang. Sehingga, pengendara yang melintasi jalur itu, diharapkan tetap waspada.

Komandan Rayon Militer (Danramil) Sembalun, Letnan Satu Abdul Wahab, kepada Radar Mandalika, kemarin menyebutkan, bebrapa hari terakhir intensitas hujan turun diwilayah Sembalun, cukup tinggi. Hujan tersebut mengakibatkan terjadinya longsor dan pohon tumbang, menyebabkan arus lalulintas menjadi terganggu.

Memang sambung Wahab, sejauh ini dari beberapa kejadian longsor dan pohon tumbang, belum pernah sampai memakan korban, atau kerugian materil. Sebab, longsor terjadi disaat hujan deras menjelang malam hari, disaat lalulalang pengendara sudah berkurang. Terakhir, longsor dan pohon tumbang terjadi, Ahad malam (16/2) lalu. “Yang kami syukuri dan mudahan tidak terjadi, sampai ada korban jiwa. Seperti kasus pohon tumbang beberapa tahun lalu, menimpa saat itu Usman waktu menjabat Camat Sembalun, yang dalam perjalanan menuju Sembalun bersama istri serta anaknya,” tegas Wahab.

Setiap terjadi longsor lanjut Wahab, tim dari Koramil dan Polsek Sembalun, bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, selalu bergerak cepat. Sehingga, begitu terjadi longsor menutupi badan jalan, cepat dilakukan pembersihan material longsor, dan bisa dilalui kembali masyarakat. “Tebing di sepanjang jalur Sembalun Bumbung sangat labil. Sehingga di titik itu sering terjadi longsor,” sebutnya.

Mengingat cuaca ekstrem masih akan terus terjadi beberapa hari kedepan, pihaknya mengimbau masyarakat, agar dapat mengantisipasi potensi longsor dan pohon tumbang. Termasuk, mengantisipasi potensi kemungkinan banjir terjadi di desa tersebut. Mengingat, luapan air sungai kerap terjadi di sungai sebelum taman bunga Desa Sembalun Bumbung.

Ia juga mengingatkan, ketika terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada pagi mau pun siang hari, hendaknya pengendara melanjutkan perjalanan, setelah hujan reda. Hal itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. “Tingkatkan kewaspadaan selama melalui jalur Pusuk Sembalun. Ketika hujan selain potensi longsor, pohon tumbang dan banjir, pengendara agar lebih hati-hati karena jalanan licin, jika dalam kondisi hujan,” imbau Wahab. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Awalnya Cekcok, Pria Ini Tebas Iparnya Hingga Tewas

Read Next

Nantang di FB, Maling Motor Diciduk di Sumbawa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *