Awalnya Cekcok, Pria Ini Tebas Iparnya Hingga Tewas

WhatsApp Image 2020 02 18 at 14.22.35

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA GROUP MAKAM: Sejumlah masyarakat yang sedang meyolatkan jenazah yang sudah dimakamkan di pemakaman Desa Babussalam, kemarin.

LOBAR-Entah apa yang merasuki inisial M warga Dusun Karang Langko, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung Lombok Barat. Dia tega menebas iparnya. Bahkan nyawa korban berinisial AR tak terselamatkan, meski sempat dilarikan ke RSUD Tripat Gerung.

  Kejadian itu terjadi Senin (17/2) sekitar pukul 20.30 wita, di jalan dusun setempat. Setelah melakukan tindakan itu pelaku langsung menyerahkan diri kepada pihak Polsek Gerung.

Jenasah korban sudah disamayamkan dan dikuburkan, kemarin. Berdasarkan pantauan radarmandalika.id group, pemakaman yang berangsung di kawasan dusun setempat itu mendapat pengamanan pihak kepolisian. Dari informasi yang dihimpun, jika kedajian itu tidak jauh dari kediaman korban. Bahkan sebelum kejadian, saksi sempat melihat korban dan pelaku bercekcok. Sebelum akhirnya pelaku AR melayangkan parang yang dibawanya ke arah koran ini hingga tersungkur.

Selain itu diduga anak pelaku berinisial F turut diamankan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Kapolsek Gerung, Iptu Syaripuddin Zohri mengaku jika tersangka kini sudah dilakukan penahanan dan pemeriksaan di Mapolres Lobar.

“Sampai saat ini situasi masih aman dan almarhum sudah dimakamkan,” terang Syaripuddin yang dikonfirmasi selepas menghadiri pemakaman korban.

Menurutnya selepas kejadian penebasan itu, korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Namun sayangnya setelah dua jam korban tidak bisa diselapatkan akibat luka yang parah.

Ia mengakui memang korban dengan pelaku masih ada hubunga keluarga. Meski demikian pihaknya belum berani memastikan motif tersangka tega menebas iparnya sendiri.

“Itu masih kami dalami pemeriksaan terhadap tersangka, dan itu wewenangnya di Polres Lombok Barat,” jelasnya.

Atas kasus ini, Pihaknya sudah berkoordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas. Serta menyerahkan proses hukum terhadap tersangka kepada kepolisian.

“Tadi juga dipemakaman kami sempat mengibau kepada kedua belah pihak pihak, agar tidak melakukan hal-hal merugikan dan menambah permasalahan,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Desa Babussalam, M Zaini yang dikonfirmasi selepas menghadiri pemakaman korban, tidak tahu pasti kronoligi kejadian. Ia hanya mendapat kabar terjadinya penganiayaan dari kepala dusun setempat.

“Kita juga kaget, karena terjadinya tiba-tiba dan kita pun mendadak diberikan informasi pak Kadus tetapi sudah terjadi,” ungkap Zaini.

Menurut Zaini, kediaman tersangka dengan koban sangat berdekatan. Diterpisah oleh jalan gang dusun. Hanya saja saat ditanyakan lokasi kejadian pasti, Zaini mengaku tidak mengetahuiinya.

“Kita tidak tahu parsis, tahunya kita korban sudah di rumah sakit,” sambungnya.

Pihaknya sudah menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada pihak Kepolisian. Kini pemerintah desa (Pemdes) setempat hanya terfokus agar kondusifitas di desa tetap aman pasca kejadian tersebut.

“Kita juga terbantu dengan adanya aparat keamanan. Penjangaan juga akan dilakukan kepolisian dengan melihat situasi untuk antisipasi,” jelasnya.

Pihaknya juga turut membentu pihak kepolsiaan mengimbau kedua belah keluarga untuk tetap menjaga kondusifitas. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Yamaha Rela Menyingkirkan Valentino Rossi

Read Next

Awas Longsor! Pengendara Waspada

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *