Beraksinya di Loteng, Diciduk di Sumbawa

  • Bagikan
f tangkap 1
IST/RADAR MANDALIKA TANGKAP: Anggota saat mengamankan pelaku, Minggu (16/02).

PRAYA— Polsek Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) membekuk buronan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas)  pada hewan ternak, Minggu (16/02). Adapun pelaku, Dabak alias Amaq Dawung (65) warga Desa Sukadana, Kecamatan Pujut.  Pelaku ditangkap anggota di tempat persembunyiannya di Dusun Senutuk Desa Aik Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Besar.

Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Priyo Suhartono membenarkan bahwa anggota Polsek  Praya Barat telah melakukan penangkapan buronan pelaku curas hewan ternak.  Hal itu berdasarkan dengan laporan polisi nomor 30/VI / 2016/ NTB / Res Loteng/Sek. Praya Barat, tanggal 14 Juni 2016.

“Kami baru menangkap pelaku ini sekarang. Padahal pelaku sudah lama menjadi DPO,” jelasnya, kemarin.

Ia menyatakan, pelaku ini melakukan aksinya pada Selasa malam 14 Juni 2016, sekitar jam pukul 01.00 Wita. Dimana saat itu, Amaq Mariam warga Desa Mangkung, sedang menjaga ternak kerbaunya di dalam kandang. Namun tiba-tiba beberapa orang pelaku hendak mencuri kerbau milik korban. Tapi karena diketahui, pelaku menyerang korban dengan senjata tajam. Namun  korban membela diri dengan melakukan perlawanan dan pada saat itu juga korban sempat berteriak minta tolong. Mendengarkan teriakan korban, warga lainnya Amaq Rohani serta Amaq Lani membantu korban. Akan tetapi karena jumlah pelaku lebih banyak mengakibatkan korban dan dua saksi mengalami luka tebas pada beberapa bagian tubuhnya.

Karena warga yang sudah berhamburan, membuat kawanan pelaku yang mengalami luka-luka di bagian tubuhnya melarikan diri. Sementara untuk korban dan dua orang warga lainnya dibawa ke RSUD Praya untuk mendapatkan perawatan medis. Dengan kejadian tersebut, korban dan keluarga melapor ke Polsek Praya Barat.

“Kami yang menerima laporan, malam itu langsung turun ke TKP.  Tapi para pelaku sudah melarikan diri,” ungkapnya.

Ia mengaku, dengan beberapa keterangan saksi maupun bukti –bukti yang ditemukan di lapangan, pihaknya terus melakukan penyelidikan pada kawanan pelaku ini. Hasilnya, pihaknya mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Ladang II Dusun Senutuk, Desa  Aik Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Besar.  Sehingga, pihaknya melakukan penyelidikan, kemudian setelah memastikan posisi tersangka, pihaknya menuju ke lokasi persembunyian tersangka pada Minggu (16/02) dan menangkap pelaku tanpa perlawanan. 

“Saat diamankan tersangka tidak melakukan perlawanan.  Tersangka kemudian langsung di bawa ke Polsek Praya Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Dengan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal dengan pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun.  Modus para pelaku adalah dalam menjalan aksinya, para pelaku menunggu saat pemilik kendaraan lengah. Kemudian langsung mengambil hewan ternak mereka, tapi kalau ketahuan, pelaku tidak segan untuk melukai korban atau pemiliknya.

Dengan maraknya kasus pencurian ini, pihaknya menakankan terhadap masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada pencurian ternak yang memang belakangan ini mulai marak.  Untuk mengantisipasinya masyarakat harus mengaktifkan ronda malam.

“Kinerja Kepolisian tidak akan ada apa-apanya, tanpa ada kesadaran dan kerja sama dari masyarakat. Sebab untuk mencegak kejahatan itu terjadi peran masyarakat sangat penting sekali.  Oleh karena itu, masyarakat sendiri harus punya kesadaran dan bekerja sama dengan aparat Kepolisian untuk menjaga keamanan,” tuturnya. (jay)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *