APK di Bemo Mulai Dibersihkan

F AAA Bemo

KESBANGPOL FOR RADAR MANDALIKA DITURUNKAN: Petugas menertibkan APK/BK salah satu Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020 yang ditempel di bemo kuning, kemarin.

13 APK Empat Paslon Juga Ditertibkan

MATARAM – Tim Terpadu Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK) Kota Mataram akhirnya dibersihkan melalui menurunkan APK salah satu pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020, yang ditempel di mobil angkutan umum (bemo kuning, Red), kemarin (19/11). Penertiban dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu Kota Mataram.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Mataram, H Rudi Suryawan mengatakan, pihaknya bersama tim terdiri dari personel Dinas Perhubungan Kota Mataram, Pol PP, Panwascam, dan Satlantas Polresta Mataram turun melakukan razia di beberapa lokasi. Yakni, di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Jalan Pejanggik, dan di beberapa pasar tradisional.

Disebutnya, tim terpadu berhasil menertibkan atau menurunkan sebanyak 13 APK milik salah satu Paslon tertentu yang masih ditempel di kaca bemo kuning. Dari jumlah APK yang masih ditempel di mobil angkutan umum tersebut langsung diturunkan di lokasi razia. APK yang paling banyak diturunkan dari bemo saat razia di depan BI Jalan Pejanggik.

“Di (Pasar) Mandalika satu (APK) yang dibuka. Terus di Kebon Roek satu juga saya lihat. Total keseluruhan ada 13 bemo kuning (APK),” ungkap Rudi.

Bawaslu sudah lama mengeluarkan rekomendasi tersebut. Dalam menindaklanjuti rekomendasi itu. Kemarin, razia atau penyisiran terhadap APK salah satu Paslon di Pilkada serentak 2020 yang masih tertempel di bemo kuning disebutnya cukup efektif. Karena banyak APK yang berhasil langsung diturunkan di tempat oleh tim penertiban.

Saat melakukan razia disebutnya banyak juga APK yang sebelumnya masih terlihat di bemo kuning tapi sudah diturunkan secara mandiri. Kemungkinan hal itu dilakukan  setelah Dinas Perhubungan Kota Mataram mengundang pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) agar menegur para sopir bemo untuk menurunkan sendiri APK Paslon yang ditempel.

“Ada lima kendaaran (bemo kuning) saya lihat di (Pasar) Kebon Roek, memang sudah ndak ada tempelan (APK). Saya ikuti juga di sepanjang jalan, sudah tidak ada bemo kuning yang ada stiker-nya,” beber Rudi.

Dia mengaku, sebelumnya pihaknya cukup kesulitan menertibkan APK yang ditempel di bemo kuning. Kenapa, lantaran mobilitas angkutan kota (Angkot) itu terbilang tinggi. Lantas, apakah masih ada stiker salah satu Paslon tertentu yang belum diturunkan dari bemo kuning?

Rudi mengatakan, tim terpadu penertiban akan terus menyisir keberadaan bemo kuning. Jika terlihat di lapangan masih ada APK yang belum diturunkan maka langsung ditertibkan di tempat. “Pokoknya kalau masih ada, nanti cukup dengan Panwascam, Kesbang sama Pol PP aja yang menertibkan. Yang jelas sudah ada rekomendasi dari Bawaslu untuk kita copot. Insya Allah tidak ada perlawan karena itu memang dilarang,” ujar dia.

Selain APK salah satu Paslon di bemo kuning. Kemarin, tim penertiban juga sudah menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu terkait penertiban APK milik semua Paslon yang dipasang di titik lokasi yang dilarang aturan. Dimana, ada 24 buah APK yang direkomendasikan untuk ditertibkan/turunkan.

Dari 24 buah APK itu, Rudi menyebutkan tim menurunakn sebanyak 13 APK/BK. Sementara, 11 APK lebih dulu ditertibkan oleh masing-masing tim sukses atau Paslon sendiri. “(APK/BK yang diturunkan) banyak yang nempel di pohon, di tiang listrik. Terutama yang disisir di tiga jalan yang harus steril. Di Jalan Langko, Jalan Selaparang, dan Jalan Pejanggik,” ujar dia.

Sebanyak 13 APK/BK yang diturunkan ini milik dari empat Paslon Wali dan Wakil Wali Kota Mataram 2020. Berurutan; Paslon H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM), Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (SALAM), HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (MUDA), dan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU).

Adapun rincian dari 13 APK/BK yang dirutunkan tim penertiban. Pertama, milik HARUM sebanyak 3 spanduk. Kedua, SALAM berupa 4 baliho dan 1 spanduk. Ketiga, MUDA berupa 2 baliho dan 2 spanduk. Keempat, milik BARU hanya berupa 1 baliho.

“Yang kita turunkan ini kan (boleh) diambil lagi (oleh Paslon). Dipasang di tempat-tempat yang tidak dilarang,” kata Rudi. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

NADI Jawab Tudingan Terkait Kegagalan Pemerintah

Read Next

Dewan Perjungkan Aspirasi Warga Bunut Baok

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *