APK Bapaslon yang Melanggar Akan “Disikat”

F Baliho Muda 1 scaled

BELUM BISA DITERTIBKAN: Inilah salah satu baliho bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020, HL Makmur Said dan H Badruttamam Ahda, yang terpasang di bando Jalan Selaparang.

MATARAM – Tim penertiban alat peraga kampanye (APK) akan menertibkan APK Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020, yang melanggar aturan berlaku. Pemasangan APK di Pilkada Kota Mataram 2020 yang jelas-jelas tidak sesuai ketentuan akan disikat.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Mataram, H Rudi Suryawan mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim penertiban APK Paslon. Tim ini nantinya akan menyisir semua APK yang tidak sesuai ukuran dan terpasang di tempat atau lokasi yang melanggaran aturan.

“Yang tidak diperbolehkan itu seperti di pohon-pohon, di masjid, di sekolah, di pasar. Itu yang akan kami sisir,” ujar dia, pekan kemarin.

Pihaknya juga sudah membentuk tim pemantau APK Paslon. Jika ada APK yang terpasang di lokasi terlarang dan tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maka akan dikoordinakasin dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dan Sat Pol PP Kota Mataram.

“(APK) akan kami poto dan kami koordinakasikan dengan Perkim dan Pol PP. Biar nanti mereka yang akan eksekusi. Kami kan mencatat,” jelas Rudi.

Bahkan sebut dia, sudah ada peraga kampanye milik bakal pasangan calon tertentu yang ditertibkan oleh Satgas Pertamanan pada Disperkim Kota Mataram. Karena dipasang di pohon-pohon. Jelas-jelas termasuk tempat yang tidak diperbolehkan untuk memasang peraga kampanye.

“Alhamdulillah sudah gak ada. Biasanya di pohon-pohon yang agak rentan terjadi pelanggaran. Di tiang-tiang telpon, tiang listrik biasanya,” kata Rudi.

Sementara ujar Rudi, saat ini pihaknya belum bisa menertibkan peraga kampanye berupa baliho. Meski sudah banyak baliho bertebaran di berbagai penjuru ibu kota Provinsi NTB. Salah satunya baliho yang terpasang di papan reklame. Kenapa, karena regulasinya belum keluar.

“Kalu untuk baliho belum (ada yang ditertibakan). Karena kan kita masih menunggu regulasinya, PKPU (Peraturan KPU),” ujar Wakil Ketua Desk Pilkada Kota Mataram 2020 itu.

Informasi belum keluarnya PKPU terkait ukuran baliho Paslon diterima dari Ketua KPU Kota Mataram. Kemungkinan regulasinya akan keluar sebelum masuk masa kampanye Paslon. Atau sebelum tanggal 26 September 2020.

Namun pada tahun-tahun sebelumnya, ujar Rudi, biasanya baliho yang boleh dipasang sesuai aturan PKPU yaitu maksimal berukuran 4×6 meter persegi. Artinya, APK Paslon yang terpasang lebih dari ukuran yang ditetapkan KPU maka akan langsung ditertibkan.

“Kita kan udah bentuk tim desk juga. Nanti rapat dengan KPU, Bawaslu dengan tim APK yang sudah dibuat oleh Kebangpol,” tutur dia.

Berdasarkan rekomendari dari Bawaslu Kota Mataram. Tim sukses pasangan calon diberikan kesempatan selama 1×24 jam untuk menurunkan atau menertibakan APK Paslon-nya. Jika tim sukses tidak mengindahkan maka tim akan mengambil langkah tegas.

“Kalau ndak, tim APK yang akan turun mengeksekusi,” tegas Rudi. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sosialisasi Perda Penanggulangan Penyakit Menular Digencarkan

Read Next

HBK Minta Cakada Jagoan Gerindra Bertarung Secara Ksatria

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *