Paket NADI Awali Pendaftaran Bacalonkada

F PENDAFTARAN

DAFTAR: Tim pemenangan dan tim koalisi parpol serta pasangan bakal calon saat berada di ruang pendaftaran KPUD Lombok Utara, kemarin.

KLU—Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Lombok Utara sudah mulai masuk tahapan penerimaan pendaftaran pasangan calon (Paslon), yang dibuka dari tanggal 4 hingga 6 September mendatang. Pembukaan pendaftaran pada hari pertama kemarin, diawali oleh kedatangan pasangan Najmul Akhyar-Suardi (NADI).

Pendaftaran paket NADI didampingi sejumlah pengurus dan simpatisan partai politik pengusung dan pendukung, dan tim relawan, tim pemenangan pasangan tersebut. Sekitar ribuan massa memadati kantor KPUD untuk menyaksikan prosesi pendaftaran paket NADI.

Proses pendaftaran paket NADI yang dilakukan pada Jumat siang pukul 15.00 Wita, kemarin berlangsung hingga malam hari. KPUD melakukan verifikasi langsung terhadap berkas pendaftaran yang diajukan bakal calon, baru selanjutnya dilakukan pleno untuk menyampaikan keputusan persyaratan pencalonan dan persyaratan calon oleh KPUD.

Ketua tim koalisi partai pengusul pemenangan Najmul-Suardi, Fajar Martha menyebutkan pasangan Najmul-Suardi atau paket NaDi diusul oleh enam partai yang mengantongi kursi di legislative. Dengan total kursi di DPRD sebanyak 18 kursi yakni Demokrat, PAN, dan Golkar masing-masing empat kursi. Nasdem, PPP dan PBB masing-masing dua kursi. Dan dua partai pendukung yakni partai Hanura dan Gelora. Meski Hanura tidak memiliki kursi di parlemen namun menjadi pendukung paket NaDi di pemilukada 9 Desember 2020.

Menurutnya, proses pemberkasan saat pendaftaran dengan sistem aturan yang baru sekarang ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Tidak seperti pemilu sebelumnya dimana paslon datang menyerahkan berkas persyaratan saja. Namun sekarang ini berbeda karena harus dilengkapi hari itu juga. “KPU harus memplenokan hari itu juga sehingga membutuhkan waktu cukup lama. Hingga silon berkas syarat calon dan pencalonan dianggap lengkap untuk kemudian diplenokan,” jelasnya.

Dikatakannya, sistem yang sekarang ini lebih digit dan banyak mekanismenya. Contoh sekarang ini persyaratan calon dan persyaratan pencalonan diperiksa secara langsung dan ditunggu bakal calon serta parpol pengusul. Apabila salah satu syarat tidak terpenuhi maka akan diminta untuk dilakukan perbaikan.

Kata Fajar, tidak ada persoalan ataupun kekurangan baik itu persyaratan calon ataupun persyaratan pencalonan. Menurutnya semua sudah lengkap dan 18 kursi di parlemen hadir bersama ketua dan sekretaris partai masing-masing. “Kalau Hanura dan Gelora menjadi partai pendukung karena tidak tercatat dalam B1 KWK nya maka tetap dianggap partai pendukung,” tandasnya.(dhe)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Petugas Gabungan Mulai Sosialisasikan Sanksi Warga tak Memakai Masker

Read Next

Kapolda NTB Imbau Paslon Pilkada Utamakan Keselamatan Masyarakat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *