LOMBOK TENGAH — Kabar duka menyelimuti masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Ulama kharismatik sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, yang dikenal luas sebagai Tuan Guru Bagu, wafat pada Kamis (15/10/2026) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.30 WITA, sebagaimana tercantum dalam undangan resmi keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi pemerintah daerah, kalangan pesantren, warga Nahdlatul Ulama (NU), serta masyarakat NTB secara luas.
Tuan Guru Bagu merupakan pendiri, pembina, sekaligus pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu. Almarhum juga dikenal sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal, turut mendampingi almarhum hingga detik-detik terakhir kehidupannya. Kepergian Tuan Guru Bagu menjadi kehilangan besar bagi masyarakat NTB yang selama ini menjadikan beliau sebagai sosok orang tua, guru, dan panutan dalam kehidupan keagamaan.
Semasa hidupnya, Tuan Guru Bagu mengabdikan diri untuk pendidikan Islam, pengembangan pesantren, serta pembinaan umat. Dedikasi dan kiprahnya dalam dunia pendidikan keagamaan menjadikan beliau sebagai salah satu ulama yang dihormati di Nusa Tenggara Barat.
Salat Jenazah dan Pemakaman Jumat
Berdasarkan undangan resmi keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, prosesi salat jenazah dan pemakaman almarhum dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Salat jenazah pertama dijadwalkan berlangsung pukul 08.00–11.00 WITA di Masjid Asrama Putri. Selanjutnya, salat jenazah kedua dilaksanakan pukul 13.00–15.30 WITA di Masjid Baiturrahman Bagu.
Setelah rangkaian salat jenazah, pemakaman dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.30 WITA atau setelah salat Asar. Almarhum akan dimakamkan di kompleks pemakaman dekat Masjid Asrama Putri Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.
Keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu turut mengundang Gubernur NTB, Ketua PBNU, Ketua PWNU NTB, keluarga besar yayasan, serta jamaah dan masyarakat untuk bersama-sama menyalatkan dan mengantarkan jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Kepergian Tuan Guru Bagu menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren dan masyarakat NTB. Pengabdian beliau dalam membimbing umat dan memperkuat pendidikan Islam diharapkan menjadi warisan kebaikan yang terus berlanjut bagi generasi mendatang.
Pemerintah Provinsi NTB bersama masyarakat menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhum. Doa pun dipanjatkan agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Al-Fatihah. (red)
