LOBAR—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mematangkan berbagai langkah strategis mengawal kondusivitas wilayah menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Pengamanan terpadu disiapkan di tingkat desa hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan melibatkan sinergi erat bersama unsur TNI dan Polri. Upaya mitigasi dan pencegahan gangguan keamanan di tingkat akar rumput menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Kepala Satpol PP Lobar, I Ketut Rauh, menjelaskan bahwa skema penempatan anggota telah diatur mengover seluruh desa yang menyelenggarakan Pilkades serentak. Pengawasan dilakukan sejak H-1 pemungutan suara hingga H+1 pascapenghitungan suara.
“Pol PP sudah menyiapkan anggota Pol PP untuk pengamanan di tingkat desa itu satu orang satu anggota Pol PP dari H-1, hari H sampai dengan H+1,” ujar I Ketut Rauh, Rabu (14/10).
Selain menempatkan personel di masing-masing desa, Satpol PP juga memperkuat skema pengamanan pembagian rayon wilayah. Hal ini bertujuan mempermudah pergerakan petugas jika terjadi dinamika atau potensi gangguan keamanan yang memerlukan penanganan secara cepat. Terdapat tiga wilayah utama yang menjadi fokus pembagian rayon, yaitu wilayah utara, tengah, dan selatan. Masing-masing wilayah disiagakan personel khusus yang ditunjang dengan fasilitas akomodasi dan sarana transportasi yang memadai.
“Pol PP juga menyiapkan anggota 10 orang di tiga wilayah, wilayah utara, wilayah tengah, sama wilayah selatan, lengkap dengan akomodasi sarana prasarana berupa mobil,” tambah I Ketut Rauh.
Penguatan pengamanan ini turut diimbangi dengan kegiatan patroli rutin yang menyasar desa-desa penyelenggara Pilkades. Selain berfungsi mengawasi situasi ketertiban, patroli ini diarahkan untuk melakukan pembinaan dan pendekatan dialogis kepada masyarakat guna merawat stabilitas serta ketenteraman umum selama proses pemilihan berlangsung.
Pengamanan, khususnya di tempat pemungutan suara, dipastikan berjalan optimal melalui pelibatan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Dari total 706 TPS yang tersebar di wilayah penyelenggara, setiap TPS akan dijaga secara langsung oleh dua orang anggota Linmas.
Dengan skema tersebut, total terdapat sekitar 1.412 personel Linmas yang disiagakan penuh untuk mengawal proses pemungutan dan penghitungan suara. Pengerahan kekuatan Linmas ini melengkapi kekuatan inti dari Satpol PP yang berfokus pada pengawasan umum di tingkat desa dan rayon wilayah.
Dalam rangka meminimalkan potensi konflik, Satpol PP terus mengintensifkan koordinasi lintas sektoral bersama jajaran TNI dan Polri. Seluruh titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan telah dipetakan secara matang. (Win)
