LOBAR—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perindo memberikan tanggapan terkait munculnya nama salah satu kadernya, Dr. Syamsuriansyah, yang santer diisukan di tengah masyarakat diusung menjadi calon wakil bupati Lombok Barat (Lobar), mendampingi Hj. Nurul Adha yang akan menggantikan bupati nonaktif saat ini. Sekretaris DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, mengapresiasi positif kepercayaan yang diberikan masyarakat. Ia menilai itu bentuk penerimaan masyarakat atas kontribusi positif kadernya sebagai wakil rakyat di tingkat kabupaten. Meskipun tidak dimungkiri Perindo bukan partai pengusung bupati dan wakil bupati Lobar saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebelumnya.
“Tentunya kita apresiasi ya, kalau toh memang ada kader Partai Perindo yang memang bisa diterima dan dia bisa berkontribusi positif buat kabupaten/kotanya seperti itu. Dan itu menunjukkan bahwa ternyata Partai Perindo betul-betul bisa memberikan satu sesuatu yang terbaik buat kabupaten/kota,” terang Ferry di Mataram, Selasa (14/10) malam.
Walaupun diakuinya politik ini dinamis dan ada mekanisme yang harus dilalui untuk bisa diusung, terlebih Perindo bukan bagian partai pengusung. Bahkan jika ada kesempatan itu, Perindo tentu tidak akan menolak, bahkan mendukungnya.
“Kalau memang seluruhnya sepakat gitu dengan dan apresiasi terhadap kader Partai Perindo, kenapa enggak? Kita juga harus support dong terkait dengan kondisi tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, untuk saat ini, seluruh pihak diminta untuk tetap menghormati proses hukum yang masih berjalan. Seperti diketahui saat ini proses hukum bupati Lobar nonaktif yang terjerat kasus korupsi masih terus berproses. Ia juga menegaskan kesiapan partai menerjunkan kader-kader terbaiknya pada momentum politik mendatang, termasuk pada Pemilu 2029.
“Tapi ini kan masih bergulir ya, masih belum ada kepastian dan kita juga melihat bahwa ruang-ruang hukum di sini kan juga masih berjalan. Kita hormatilah proses hukum yang ada,” ucapnya.
Wakil Ketua Umum Bidang Elektoral DPP Partai Perindo, Tama Satrya Langkun, menambahkan kacamata regulasi dan arah kebijakan partai terkait pengusungan kepala daerah. Menurutnya secara regulasi partai yang bukan pengusung awal memang memiliki keterbatasan formal. Namun, Perindo tetap menjaga komitmen politik yang telah dibuat, sembari tetap terbuka pada berbagai potensi di masa depan.
“Konsolidasi Perindo hari ini itu adalah konsolidasi yang orientasinya adalah pelayanan masyarakat. Nah, apa yang kemudian menjadi isu publik? Ada kader kita yang dilirik oleh orang banyak, itu adalah buah tadi itu, buah kerja-kerja dari pelayanan. Jadi untuk saat ini, kita hanya meminta kepada seluruh kader untuk kerja fokus pada pelayanan,” imbaunya.
Meski demikian, Perindo tetap mengisyaratkan dukungan konkret apabila peluang politik tersebut terbuka di kemudian hari untuk kadernya.
“Jika di kemudian hari terbuka peluang itu, tentu kita akan dorong kader terbaik kita untuk bertanding sebagai kepala daerah. Dukungan yang paling pertama sudah pasti rekomendasi. Namanya orang mau tanding menjadi kepala daerah butuh rekomendasi, maka dukungan partai 100 persen kepada seluruh kader-kader yang akan bertaruh, apalagi nyata-nyata kerja buat rakyat dan membesarkan Partai Perindo,” pungkasnya. (Win)

