Euforia: Suasana Nobar Piala Dunia di Alun-Alun GMP Lobar, Senin (20/7) dini hari. **(IST/RADAR MANDALIKA)

LOBAR—Penangkapan Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghebohkan Lobar. Pasalnya, sebelum kejadian itu, Bupati Lobar LAZ masih mengikuti acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia Argentina vs Spanyol di Alun-Alun Giri Menang Park (GMP), Senin (20/7) dini hari.

Bersama dengan sejumlah kepala OPD, LAZ menyaksikan pertandingan itu hingga penghujung babak kedua, bahkan sempat menjadi imam salat subuh di musala Pendopo Bupati.

Informasi yang dihimpun, KPK sudah berada sejak subuh di kantor bupati. Bahkan, diduga pemeriksaan dan penyegelan ruang kerja orang nomor satu di Lobar dilakukan selepas subuh oleh KPK.

Selain itu, paginya ruang kerja Kepala Dinas PUPR-KP juga disegel oleh badan antirasuah itu.

Selain itu, terdapat beberapa pejabat lain yang ikut dibawa oleh KPK bersama Bupati dan Kepala Dinas PUPR-KP.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, H. Ahmad Saikhu, yang dikonfirmasi awak media mengaku kaget dengan kejadian itu. Diakuinya, malam sebelumnya dirinya masih bersama Bupati menyaksikan final Piala Dunia di GMP.

“Kaget, karena sempat nonton bareng, sampai pagi kita di lapangan. Nah, terus setelah itu, udah selesai bola, pulang. Dan agak telat (saya) ke kantor jam 08.00 WITA. Masuk kantor, udah ada kejadian seperti itu,” terang Saikhu kepada awak media.

Saikhu tidak berani memastikan jika tim KPK sudah ada sejak malam hari nobar, bahkan ikut menjadi jemaah salat subuh. Sebab, dirinya tidak mengenali atau tahu siapa tim KPK tersebut.
“Gak tahu kalau yang itu. Yang jelas, tadi malam kita nonton bareng bersama, tiba-tiba setelah masuk (kantor) ada kejadian seperti ini. Kan kita gak tahu mana orang KPK. Yang jelas banyak orang nonton bareng. Kan ramai,” jelas Saikhu.

Saat disinggung beberapa pejabat lain yang ikut dibawa KPK, Saikhu belum berani memastikan. Sebab, hingga kini pihaknya masih menunggu rilis resmi dari KPK terkait kejadian penyegelan tersebut.
“Informasinya seperti itu, tapi kalau ditanya berapa orang kan ndak tahu. Sekali lagi, kan memang ini belum ada informasi resmi yang masuk ke kami,” ucapnya.

Pihaknya tidak ada firasat kejadian itu akan terjadi sebab kebersamaan yang masih berlangsung sampai subuh.

Meski kaget dengan kejadian itu, Pj Sekda memastikan kondisi pemerintahan di Pemda Lobar tetap berjalan seperti biasa. Segala proses administrasi tetap berjalan.
“Sampai sekarang ini kami masih standby di kantor. Yang jelas kami tentunya standby di kantor, artinya pemerintahan kan harus tetap jalan. Hal-hal yang sifatnya administratif dan pelayanan tetap harus kita jalankan,” pungkasnya.(Win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *